Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag) — Dalam forum internasional bertajuk “Daring Peace” yang diselenggarakan oleh Community of Sant’Egidio di Vatikan, Roma, Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama Republik Indonesia berbicara dengan penuh keharuan mengenai konsep persaudaraan serta mengenang secara pribadi persahabatannya dengan mendiang Paus Fransiskus.

Di hadapan tokoh lintas agama dan lebih dari 50 negara peserta—termasuk Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al‑Tayeb dan sejumlah Kardinal, Pastor, serta Suster—Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa persaudaraan umat manusia melampaui batas agama, ras, dan bangsa.

“Ketika saya mendengar kabar duka dari Vatikan, saya merasa tak percaya. Semua kenangan tentang Paus Fransiskus muncul di benak saya. Saya merasakan tarikan keras di hati saya,” kenang Nasaruddin di depan khalayak forum.

Momen mengharukan tersebut diperkaya dengan pemutaran dua foto bersejarah: satu memperlihatkan Nasaruddin mencium dahi Paus Fransiskus, dan satu lagi saat Paus tersebut mencium tangan Nasaruddin — sebuah simbol sederhana namun sarat makna persaudaraan lintas iman.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menyebut bahwa Paus Fransiskus pada suatu kesempatan berbicara tentang ensiklik Fratelli Tutti, yang menegaskan bahwa kita dipanggil menjadi saudara dan saudari yang melampaui agama, ras, dan bangsa.

Ia pun merespons dengan menjabarkan prinsip dalam Islam tentang persaudaraan manusia, dan bersama-sama menyadari bahwa kitab suci dari kedua tradisi agama menyampaikan pesan yang sama: kemanusiaan di atas segalanya.

Menag Nasaruddin juga menyebut kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024 sebagai momentum penting bagi dialog antaragama dan keberagaman. Pada kunjungan tersebut, kedua pemimpin menandatangani deklarasi bersama yang menandai komitmen terhadap dialog dan toleransi.

“Paus Fransiskus tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi yang lebih penting, beliau menunjukkan pelajaran penting tentang kesederhanaan. Beliau datang ke Indonesia dengan penampilan yang sederhana,” ungkap Nasaruddin tentang sosok Paus yang sangat ia kagumi.

Bagi komunitas akademik di IAKN Kupang, peristiwa ini menjadi pengingat kuat akan nilai-nilai yang selaras dengan visi institusi: membina dialog antar-iman, memperkuat etika kemanusiaan, dan meneguhkan komitmen terhadap toleransi serta persaudaraan. Kehadiran figur seperti Menag Nasaruddin di forum global menegaskan bahwa suara Indonesia dalam hal moderasi dan kerukunan beragam agama semakin diperhitungkan di panggung dunia.*

Sumber & Foto : uinsu.ac.id
Penulis : Merling Messakh
Administrator : Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media