IAKN Kupang (Kemenag) – Program Studi Seni Pertunjukan Keagamaan, Fakultas Seni dan Komunikasi Keagamaan Kristen (FSKK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Art Perform dalam Masyarakat Multikultural” dalam rangka 3rd National Conference on Art Performance (NCAP) pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi, seperti IAKN Kupang, IAKN Palangkaraya, STT Abdiel Ungaran, Universitas Negeri Semarang, hingga ISBI Tanah Papua.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.30 WITA dengan pembukaan ruang virtual oleh panitia, kemudian dilanjutkan dengan acara resmi pada pukul 09.00 WITA yang dipandu oleh MC Yuharni Timo, M.Sn. Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, Dr. Rolfi J. Is Natonis, M.Sn, yang menyampaikan tujuan serta harapan pelaksanaan seminar sebagai ruang akademik untuk mengembangkan seni pertunjukan berbasis keberagaman.
Dalam sambutannya, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, menegaskan bahwa seni pertunjukan memiliki peran strategis sebagai perekat sosial di tengah masyarakat yang multikultural. Ia menyampaikan bahwa seni bukan sekadar ekspresi budaya, tetapi juga medium pemersatu bangsa yang mampu merawat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. Rektor juga mengingatkan pentingnya membangun ruang akademik yang bebas dari diskriminasi, sehingga seni dapat berkembang secara inklusif dan berkeadilan.
Momen penting dalam kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) secara simbolis antara Fakultas Seni dan Komunikasi Keagamaan Kristen IAKN Kupang dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua. Penandatanganan ini diterima langsung oleh Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn, M.Si. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan seni pertunjukan di kedua institusi.
Seminar ini menghadirkan empat narasumber dengan topik yang beragam dan relevan. Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn, M.Si membahas pentingnya memahami objek formal dan material dalam penelitian seni pertunjukan. Julia Lacsma Manafe, mahasiswa Prodi Seni Pertunjukan Keagamaan, memaparkan teknik permainan sasando bagi pemula dalam konteks pertunjukan. Selanjutnya, Dr. Agus Budi Handoko, S.Th, M.Sn mengulas peran seni pertunjukan sebagai perekat sosial di tengah keberagaman. Sesi terakhir disampaikan oleh Philby Tafuakan, M.Sn yang mengangkat tema kolaborasi musik lintas daerah dan lintas generasi.
Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa seni pertunjukan memiliki potensi besar sebagai media dialog budaya yang mampu menjembatani perbedaan serta memperkuat identitas bangsa. Integrasi antara nilai lokal dan pendekatan kreatif menjadi kunci dalam menghadirkan karya seni yang relevan dengan konteks masyarakat masa kini.
Kegiatan 3rd NCAP 2026 ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Seni Keagamaan Kristen, Dr. Iswanto, M.Hum. Dalam penutupan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada para narasumber dan peserta sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam seminar.
Melalui penyelenggaraan 3rd NCAP ini, Program Studi Seni Pertunjukan Keagamaan IAKN Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ilmu seni pertunjukan yang berlandaskan nilai keberagaman, inklusivitas, dan kebudayaan lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya karya-karya dan penelitian seni pertunjukan yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat multikultural Indonesia.
Penulis: Agnes Emalisa
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh


