IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar Ibadah Paskah yang penuh khidmat dan sukacita bersama seluruh civitas akademika. Kegiatan ini menjadi momentum iman untuk merefleksikan makna kebangkitan Kristus sebagai sumber pembaruan hidup manusia. Mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17), ibadah dilaksanakan di pelataran Gedung A dan B dengan dihadiri pimpinan, dosen, pegawai, dan mahasiswa.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Sepy M. Hawu, S.Th yang dalam khotbahnya menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa historis, tetapi memiliki makna transformasi yang nyata dalam kehidupan orang percaya. Ia mengajak seluruh peserta ibadah untuk memahami bahwa manusia dipanggil untuk hidup sebagai ciptaan baru yang telah ditebus oleh kasih Kristus.
Dalam refleksinya, disampaikan bahwa manusia memang diciptakan dari debu, namun tidak boleh hidup sebagai debu. “Kita diciptakan dari debu, tetapi tidak boleh hidup sebagai debu, karena Tuhan telah menebus kita dengan darah yang sangat mahal,” demikian penegasan yang merujuk pada 1 Korintus 5:1–8. Pesan ini mengingatkan bahwa identitas manusia tidak lagi ditentukan oleh kelemahan, melainkan oleh karya keselamatan Kristus.
Lebih lanjut, khotbah juga menyoroti nilai kemanusiaan yang telah dipulihkan melalui kebangkitan Yesus Kristus. Dalam dunia yang seringkali mengabaikan nilai dan martabat manusia, Paskah menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki nilai yang sangat berharga di hadapan Tuhan. “Kita sangat spesial. Jika manusia tidak menghargai kita, Tuhan tetap menghargai kita,” menjadi pesan yang menyentuh hati seluruh jemaat.
Ibadah berlangsung dengan suasana yang penuh penghayatan, ditandai dengan pujian dan penyembahan yang membangkitkan semangat iman. Lagu-lagu rohani yang dinyanyikan bersama menjadi ekspresi sukacita atas kemenangan Kristus atas maut, sekaligus mempererat kebersamaan di antara civitas akademika.
Subtema yang diangkat, yakni “Kebangkitan Kristus Membawa Damai bagi Seluruh Civitas Akademika IAKN Kupang”, juga menjadi penegasan penting bahwa damai sejahtera Kristus harus nyata dalam kehidupan kampus. Damai itu diwujudkan melalui relasi yang harmonis, sikap saling menghargai, dan komitmen untuk membangun komunitas akademik yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Melalui ibadah ini, IAKN Kupang kembali meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengembangkan intelektualitas, tetapi juga spiritualitas. Paskah menjadi ruang refleksi untuk memperbaharui komitmen iman dan etika dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari komunitas akademik.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi mahasiswa, agar mampu hidup sebagai pribadi yang membawa terang dan damai di tengah masyarakat. Nilai kebangkitan Kristus diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan kasih, pengorbanan, dan keadilan.*
Penulis: Merling Messakh
Foto: Fredy Duka
Administrator: Yermi Solukh



