IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali menggelar ibadah pagi pada Senin, 20 April 2026 yang diikuti oleh seluruh civitas akademika. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan iman sekaligus mengawali seluruh aktivitas kerja dan pelayanan dalam semangat pengabdian kepada Tuhan.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Emr. Elyanor V. Manu-Nalle, S.Th., dengan dasar perenungan dari Kolose 3:23–24. Melalui tema “Bekerja adalah Ibadah kepada Tuhan,” jemaat diajak untuk memahami bahwa bekerja, belajar, dan melayani bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari panggilan iman yang utuh.
Dalam khotbahnya, pengkhotbah menegaskan lima poin penting yang menjadi refleksi bersama. Pertama, pekerjaan bukan sesuatu yang biasa di hadapan Tuhan. Kehadiran setiap individu dalam tugas dan tanggung jawabnya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari panggilan yang bernilai di mata Tuhan. Karena itu, setiap pekerjaan patut dihargai dan dijalani dengan kesadaran iman.
Kedua, bekerja seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Setiap aktivitas, baik mengajar, melayani, maupun pekerjaan administratif, harus dilakukan dengan kesungguhan, ketelitian, dan tanggung jawab. Dalam setiap proses kerja, Tuhan hadir dan memberi hikmat serta kebijaksanaan. Oleh sebab itu, bekerja tidak boleh asal-asalan, melainkan harus mencerminkan kesetiaan kepada Tuhan.
Ketiga, pekerjaan harus memiliki nilai spiritualitas dan mencerminkan nilai kekristenan. Bekerja bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga perwujudan iman. Setiap tindakan dan sikap dalam pekerjaan menjadi cerminan hubungan seseorang dengan Tuhan, sehingga nilai-nilai kasih, kejujuran, dan integritas harus nyata dalam keseharian.
Keempat, upah dari Tuhan melampaui materi. Pengkhotbah menekankan bahwa upah sejati bukan hanya berupa gaji, jabatan, atau pengakuan manusia yang bersifat sementara. Upah yang Tuhan berikan adalah damai sejahtera, sukacita, dan hati yang penuh pengharapan. Bahkan di tengah persoalan, Tuhan tetap memberikan ketenangan bagi mereka yang setia bekerja bagi-Nya.
Kelima, kesadaran bahwa Kristus adalah Tuan dan manusia adalah hamba-Nya. Setiap pekerjaan yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Kesadaran ini mendorong setiap individu untuk bekerja dengan integritas, kesungguhan, dan rasa takut akan Tuhan dalam setiap aspek pelayanan.
Usai ibadah, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyampaikan arahan kepada seluruh civitas akademika. Ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur. “Mari kita bekerja bukan hanya untuk Tuhan, tetapi juga mengerjakannya dengan hati yang bersyukur,” pesannya.
Melalui ibadah pagi ini, seluruh civitas akademika diingatkan bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah, dan belajar adalah bentuk pelayanan. Semangat ini diharapkan terus hidup dalam setiap aktivitas, sehingga setiap tugas yang dilakukan menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan serta membawa damai dan berkat bagi sesama.
Penulis: Philby Tafuakan & Merling Messakh
Foto: Tim Layanan Akademik
Administrator: Yermi Solukh


