Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag) — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama, Kelas A Semester Satu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang sukses menggelar kegiatan Sosialisasi Praktik Penyuluhan sekaligus Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Kristen Mercusuar Kupang.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Kelas A Semester Satu ini merupakan bagian dari pemenuhan mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Inklusif, di bawah bimbingan dosen pengampu, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar kontekstual bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan inklusif, ekoteologi, serta penguatan karakter kebangsaan di lingkungan sekolah.

“Hits Itu Seru, Jaga Lingkungan Itu Perlu”

Mengusung tema yang segar dan dekat dengan dunia remaja, “Hits Itu Seru, Jaga Lingkungan Itu Perlu”, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran bahwa menjadi generasi kekinian tidak hanya soal gaya dan eksistensi digital, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama, bangsa, dan lingkungan hidup sebagai rumah bersama.

Sesi Pertama: Ekoteologi dan Pendidikan Inklusif

Pada sesi pertama, mahasiswa membawakan materi tentang ekoteologi yang diintegrasikan dengan nilai-nilai pendidikan inklusif. Melalui pendekatan dialogis dan contoh-contoh sederhana, siswa diajak memahami bahwa menjaga ciptaan Tuhan merupakan bagian dari tanggung jawab iman dan sikap etis sebagai manusia.

Dua mahasiswa perwakilan, Ziza Liufeto dan Yoga Pratama Natun AE, menekankan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berbicara tentang kesetaraan di ruang kelas, tetapi juga tentang kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan tanpa diskriminasi dan sikap abai.

Sesi Kedua: Digitalisasi dan Nasionalisme

Memasuki sesi kedua, mahasiswa mengangkat tema digitalisasi dan nasionalisme. Siswa diajak merefleksikan peran generasi muda di era digital agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Materi ini menyoroti pentingnya literasi digital, etika bermedia sosial, serta bagaimana sikap nasionalisme dapat diwujudkan melalui perilaku positif di ruang digital, termasuk melawan hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang merusak persatuan.

Implementasi Asta Protas dan Aksi Nyata Lingkungan

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Program Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya pada pilar Ekoteologi. Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa juga melakukan aksi simbolik sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Di akhir kegiatan, mahasiswa menyerahkan dua anakan pohon kepada pihak SMP Kristen Mercusuar Kupang sebagai simbol kepedulian ekologis dan ajakan untuk terus menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan di lingkungan sekolah.

Dosen pengampu, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas keterbukaan dan kerja sama yang terjalin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan SMP Kristen Mercusuar Kupang beserta seluruh jajaran yang telah menerima mahasiswa kami dengan hangat. Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa untuk belajar mengabdi, mengintegrasikan pendidikan inklusif, ekoteologi, serta nilai kebangsaan dalam praktik nyata,” ungkapnya.

Menuju Generasi Inklusif, Digital, dan Ramah Lingkungan

Melalui kegiatan PKM ini, IAKN Kupang berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, spiritual, nasional, dan ekologis. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut guna membangun ekosistem pendidikan di Nusa Tenggara Timur yang inklusif, berkarakter, melek digital, dan cinta lingkungan.

Penulis: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media