Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag) — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama Kelas A Semester I, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Praktik Penyuluhan yang terintegrasi dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Kristen Mercusuar Kupang.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Kelas A Semester I sebagai bagian dari pemenuhan mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Inklusif, yang dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd.

Mengusung tema “Hits Itu Seru, Jaga Lingkungan Itu Perlu”, kegiatan ini dirancang secara kreatif dan kontekstual untuk menjangkau generasi muda. Tema tersebut menegaskan bahwa menjadi pribadi yang modern dan relevan tidak hanya ditunjukkan melalui gaya hidup dan penampilan, tetapi juga melalui sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

Dalam sesi penyampaian materi, dua mahasiswa perwakilan, Ziza Liufeto dan Yoga Pratama Natun AE, tampil komunikatif dan interaktif di hadapan para siswa. Keduanya menekankan bahwa pendidikan inklusif tidak hanya berbicara tentang kesetaraan dan penerimaan di ruang kelas, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama dalam merawat dan menjaga “rumah bersama”, yakni bumi.

Lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi, PKM ini merupakan implementasi konkret dari program Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya pada pilar Ekoteologi. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab spiritual umat beragama.

Dalam sambutannya, dosen pengampu Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak SMP Kristen Mercusuar Kupang atas keterbukaan dan kerja sama yang terjalin.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh jajaran SMP Kristen Mercusuar Kupang yang telah menerima mahasiswa kami dengan sangat baik. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep pendidikan inklusif dalam bingkai ekoteologi secara langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PKM ini, IAKN Kupang berharap mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian ekologis. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan di Nusa Tenggara Timur yang inklusif, toleran, dan ramah lingkungan.

Penulis: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media