Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag) — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar sesi pembekalan bertajuk “Konsep Pengolahan Sampah di Kota Kupang” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 2 Juli 2025 ini menghadirkan Wildrian Ronald Otta, S.STP., MM, perwakilan dari Pemerintah Kota Kupang, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Wildrian menyampaikan arah kebijakan dan strategi pengelolaan sampah Kota Kupang tahun 2025–2030. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif tidak cukup hanya dengan pendekatan teknis, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sebagai elemen kunci. “Permasalahan utamanya bukan sekadar pada tumpukan sampah, tetapi pada perilaku dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya,” tegas Wildrian.

Konsep yang diusung Pemerintah Kota Kupang menekankan pada sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berbasis partisipasi warga. Dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, sampah kemudian dikumpulkan di kontainer RT, dilanjutkan dengan pengangkutan terjadwal menuju TPS Kelurahan, dan akhirnya diproses di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tingkat kecamatan.

Sistem TPST dilengkapi dengan teknologi pendukung seperti mesin pencacah, unit pengomposan organik, serta teknologi budidaya maggot untuk mendaur ulang sampah organik menjadi produk bernilai guna seperti pupuk, pakan ternak, hingga RDF (Refuse Derived Fuel) sebagai bahan bakar alternatif. Sementara itu, sampah residu yang tidak dapat diolah akan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak sebagai “filter kedua” dalam sistem pengelolaan sampah kota.

Sebagai bagian dari inovasi tata kelola, Pemerintah Kota Kupang juga mengembangkan sistem pelacakan digital untuk memantau alur pengangkutan sampah secara real-time, sehingga efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan sampah dapat ditingkatkan.

Kegiatan ini memberikan bekal penting bagi para mahasiswa KKN IAKN Kupang untuk memahami persoalan lingkungan secara kontekstual dan mendorong mereka menjadi agen perubahan di lokasi KKN masing-masing. Dengan pemahaman yang tepat, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam proses edukasi dan pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penulis: Devrialdo Pa’at
Editor : Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh
Foto: Fredy Duka

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media