Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI)– Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menyelenggarakan Kuliah Umum Kelembagaan dengan tema utama “Gereja Sebagai Komunitas Bumi: Membangun Teologi, Liturgi, Etika dan Pendidikan Ekologis” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus ini dihadiri oleh civitas akademika sebagai wujud nyata kepedulian lembaga terhadap krisis lingkungan hidup.

Ketua Panitia, Yoel Umbu Runga Riti, M.Pd, dalam laporannya menegaskan bahwa kuliah umum ini bukan sekadar agenda akademik rutin. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi konkret dari tiga pilar kelembagaan yang dicetuskan oleh Rektor IAKN Kupang, yakni mentality, capacity, dan identity building.

“Melalui kuliah umum ini, kita berupaya mengembangkan mental, kapasitas, dan identitas civitas IAKN Kupang yang pro terhadap lingkungan hidup. Target utamanya adalah mengondisikan kesadaran seluruh elemen kampus untuk melakukan pertobatan ekologis,” ujar Yoel dalam laporannya.

Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya nilai-nilai Kristiani yaitu Iman, Pengharapan, dan Kasih untuk tidak hanya dirayakan secara ritual, tetapi dihidupi dalam setiap aras kehidupan kampus, termasuk dalam interaksi dengan alam.

“Surga harus diwujudnyatakan di IAKN Kupang melalui upaya menjaga dan mengusahakan setiap hal baik bagi lingkungan. Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menyatakan keberpihakan kepada kelestarian lingkungan hidup,” tegas Dr. I Made Suardana.

Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber pakar yang membedah tema ekologi dari sudut pandang yang komprehensif. Uly J. Riwu Kaho, SP., MM memaparkan materi mengenai “Ekopedagogi: Pendekatan Pendidikan yang Membebaskan dan Berbasis Lingkungan”. Ia menekankan pentingnya kurikulum yang memerdekakan manusia sekaligus menyatu dengan alam.
Elia Maggang, Ph.D membawakan topik “Injil bagi Laut dan Tanggung Jawab Publik: Membangun Teologi, Liturgi, dan Etika Ekologis”. Dalam paparannya, Elia menyoroti peran gereja dalam merespons isu-isu kelautan dari kacamata teologis dan etika publik. Sedangkan, Dr. Nelci Nafalia Ndolu, M.Th membedah materi berjudul “Gereja Air: Rekonstruksi Teologi Sakramental Dalam Merespons Krisis Ekologi Air di Indonesia”. Ia menawarkan perspektif teologi sakramental yang segar dalam menghadapi krisis air yang melanda berbagai wilayah.

Jalannya kuliah umum berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Dipandu oleh Merling Messakh, M.Pd sebagai moderator, sesi diskusi berhasil memantik antusiasme peserta. Banyak peserta yang memberikan tanggapan kritis maupun pertanyaan mendalam terkait peran nyata kampus dalam menanggulangi krisis ekologi di NTT dan Indonesia pada umumnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, IAKN Kupang semakin memantapkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang kuat demi keberlangsungan masa depan bumi.

Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Foto: Fredy Duka
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media