IAKN Kupang (Kemenag RI) – Setelah pelaksanaan apel pagi di lingkungan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang pada Senin (11/5/2026), kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama yang dilayani oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAKN Kupang. Ibadah berlangsung penuh penghayatan dan diikuti oleh seluruh civitas akademika sebagai bagian dari pembinaan spiritual di lingkungan kampus.
Firman Tuhan diambil dari Efesus 5:8–21 dan dipimpin oleh Vik. Ivony Oematan, S.Th. Dalam perenungannya, ia mengajak seluruh peserta ibadah untuk hidup sebagai anak-anak terang di tengah tantangan kehidupan dan pelayanan.
Pada poin pertama khotbah, jemaat diajak untuk meninggalkan kegelapan dan hidup dalam terang Tuhan. Disampaikan bahwa setiap manusia memiliki kelemahan dan tidak ada yang sempurna. Namun, melalui firman Tuhan, setiap orang dipanggil untuk terus memperbaharui kehidupan dari hari ke hari.
“Kita semua memiliki kesalahan, tetapi firman Tuhan mengajarkan agar kita terus memperbaiki diri dan hidup dalam terang-Nya,” ungkap Vik. Ivony dalam perenungannya.
Poin kedua menekankan pentingnya hidup dalam ucapan syukur. Ucapan syukur disebut sebagai identitas orang percaya yang harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pekerjaan, pelayanan, maupun relasi dengan sesama.
Selain itu, jemaat juga diingatkan untuk tetap rendah hati dalam segala hal. Kerendahan hati, menurutnya, merupakan tanda kedekatan seseorang dengan Tuhan. Orang yang hidup dalam terang tidak akan meremehkan orang lain, melainkan mampu menghargai dan melayani dengan kasih.
“Kerendahan hati hanya dimiliki oleh orang yang dekat dengan Tuhan. Orang yang hidup dalam terang pasti memiliki hati yang rendah,” tegasnya.
Usai ibadah, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh civitas akademika. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian penting dalam kehidupan dan panggilan bersama membangun kelembagaan.
“Ibadah adalah rule dan bagian dalam hidup kita. Ibadah juga merupakan panggilan bersama dalam membangun institusi,” ujar Rektor.
Rektor juga menyoroti pentingnya pelaksanaan tracer study di setiap program studi sebagai bagian dari persiapan asesmen dan peningkatan mutu akademik.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa asesmen lapangan Program Studi Musik Gereja dan Penyuluh Agama. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan akademik dan administrasi secara maksimal.
Dalam arahannya, Rektor turut menyampaikan perkembangan proses alih status IAKN Kupang menuju universitas. Ia mengungkapkan bahwa seluruh rekomendasi khusus telah diselesaikan, sementara rekomendasi dari mitra strategis lainnya masih terus ditunggu. Hingga saat ini, terdapat 47 mitra strategis yang telah menerima permohonan rekomendasi dari pihak kampus.
“Mari berjuang bersama memberi ruang dan pembuktian positif kepada masyarakat, bukan sekadar pencitraan,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menghidupkan prestasi mahasiswa dan mendukung aktivitas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan potensi dan ruang gerak positif bagi mahasiswa di lingkungan kampus.
Penulis: Merling Messakh
Foto: Philby
Administrator: Yermi Solukh


