IAKN Kupang (Kemenag) — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama, Jurusan Pendidikan Seni dan Konseling Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Membangun Generasi Kristiani Unggul dengan Mentalitas, Kapasitas, dan Identitas Kebangsaan dalam Era Globalisasi”. Kegiatan bergengsi ini berlangsung pada Senin (26/5/2025) dan diikuti oleh ratusan peserta dari 22 instansi pendidikan dan keagamaan di Indonesia secara daring (zoom), luaran dari kegiatan ini adalah menghasilkan book chapter.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IAKN Kupang, Maryon D. Pattinaja, Ph.D., mewakili Rektor IAKN Kupang. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa tema seminar ini sangat strategis dan sejalan dengan arah pembangunan kelembagaan IAKN Kupang yang menekankan tiga pilar utama: mentality building, capacity building, dan identity building.
“Kita membangun generasi penyuluh agama yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter, memiliki integritas spiritual, dan berpegang teguh pada identitas kebangsaan,” ujar WR I dengan semangat.
Tiga materi utama yang dibahas dalam seminar ini mencerminkan fokus penguatan generasi muda Kristen. Materi pertama, “Identitas Kristen dan Nasionalisme: Membangun Sinergi untuk Generasi Unggul”, disampaikan oleh Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D., dengan moderator Kurniawati Aseleo, M.Pd.K. Materi kedua, “Menguatkan Mentalitas Kristiani dalam Menjawab Tantangan Globalisasi”, dibawakan oleh Meyrlin Saefatu, M.Th., dimoderatori oleh Sherly Dila Aluman. Sementara materi ketiga yang membahas “Peran Pemuda dalam Membangun Generasi Unggul dengan Mentalitas, Kapasitas dan Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi” disampaikan oleh Jemris I.D. Mayok dengan moderator Awisatri Kadunga.
Ketua Panitia Seminar, Irene Elvira Daik, M.Psi., dalam laporannya menjelaskan bahwa pemilihan tema seminar berangkat dari tantangan nyata yang dihadirkan oleh globalisasi. Menurutnya, globalisasi bukan hanya membawa peluang, tetapi juga tantangan serius terhadap nilai-nilai lokal, spiritualitas, dan identitas kebangsaan.
“Penyuluh Agama Kristen memiliki peran strategis sebagai agen pembinaan moral dan spiritual untuk menjawab tantangan global dengan fondasi nilai-nilai Kristiani dan kebangsaan yang kokoh,” tegas Irene.
Acara ini turut menghadirkan partisipasi aktif dari 22 lembaga, yakni:
IAKN Kupang
IAKN Tarutung
Kantor kementerian agama Provinsi.NTT
Kantor kemenag kab TTU
SMP Kristen Mercusuar
Kantor Kemenag kab. Sabu Raijua
Kemenag Lewoleba
STT Berea
Kemenag kab. Kepulauan Tanimbar
Kemenag kab. Sumba Tengah
Kemenag Kota Makassar
STT Institut Injili Indonesia
Kantor kemenag Kab. Mamasa, Sulbar
SD GMIT Putain 1
Gereja Nazareth Oesapa Timur
Kemenag kab. TTS
Kemenag Kab. Sumba Tengah
Kemenag Kab. Raja Ampat
Kemenag kab. Atambua
Kemenag kabupaten Alor
Kemenag kab. Tapanuli Utara
Kemenag kab. Bandar Lampung
Dengan semangat kolaboratif dan visi keilmuan yang kuat, Seminar Nasional ini menjadi momentum penting bagi IAKN Kupang untuk terus memantapkan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan yang mampu mencetak generasi Kristiani unggul — generasi yang tidak hanya mampu bersaing secara global, tetapi juga teguh dalam iman, berkarakter dalam pelayanan, dan cinta tanah air.*
Penulis: Merling Messakh
Administrator : Yermi Solukh



