Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag) — Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama (PPA) IAKN Kupang kembali menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Ecological Ethics vs. Blind Ethics: Peran Penyuluh Agama dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Keberlanjutan Alam di Tengah Krisis Lingkungan Global” pada Rabu, (28/05/2025).
Kegiatan yang digelar secara daring ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Etika Kristen dan Kode Etik Penyuluh dengan dosen pengampuh, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd, dan menjadi ruang reflektif bagi mahasiswa untuk melihat peran etika Kristen dalam isu-isu ekologis kontemporer.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Fibry Jati Nugroho, S.Th., M.Si dengan moderator Awisatri Rambu Kadunga. Dalam pemaparannya, Dr. Fibry menekankan bahwa etika Kristen tidak boleh terjebak dalam kerangka sempit yang hanya menyoal relasi manusia dengan Tuhan atau sesama, melainkan harus diperluas menjadi etika yang peduli pada bumi sebagai rumah bersama.

“Krisis lingkungan adalah krisis moral. Penyuluh agama harus menjadi suara profetik yang membela bumi, bukan sekadar pengkhotbah spiritual yang buta akan penderitaan ekologis,” tegas Dr. Fibry.

Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta yang terdiri dari mahasiswa IAKN Kupang, IAKN Tarutung, dan STT Sangkakala. Turut hadir pula penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Sabu Raijua dan Kemenag Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, yang menambah perspektif lintas wilayah dalam diskusi.

Kuliah tamu ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FKIP Kristen, Glorius D. Keo, M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya integrasi antara teologi dan isu-isu sosial-ekologis dalam pembelajaran keagamaan. Sementara itu, penutupan acara dilakukan oleh Wakil Dekan II, Delsylia T. Ufi, M.Si, yang mengapresiasi antusiasme peserta dan kedalaman materi yang disampaikan.

Koordinator Prodi PPA, Kurniawati Aseleo, M.Pd.K, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kuliah tamu ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan penyuluh tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang paham agama, tetapi juga berdaya transformasional terhadap isu-isu kemasyarakatan dan lingkungan.

Kuliah tamu ini memiliki lima tujuan utama, yaitu:
Pertama, Menggugah kesadaran kritis mahasiswa agar tidak mempelajari etika secara teoritis semata, tetapi mampu mengaitkannya dengan realitas krisis lingkungan.
Kedua, Menunjukkan relevansi penyuluh agama dalam membentuk kesadaran ekologis masyarakat melalui pendekatan berbasis nilai-nilai iman.
Ketiga, Mendorong reinterpretasi etika Kristen agar tidak eksklusif pada relasi manusia dan Tuhan, tetapi inklusif terhadap keberlanjutan ciptaan.
Keempat, Menekankan pentingnya etika yang tidak buta (blind ethics), yaitu etika yang responsif dan kontekstual terhadap tantangan zaman.
Kelima, Memotivasi mahasiswa untuk menjalankan peran sebagai agen perubahan ekologi, baik sebagai penyuluh, pendidik, maupun pemimpin gereja.

Kegiatan ini menjadi ruang akademik yang memperkaya pemahaman mahasiswa tentang pentingnya ekoteologi dan etika keberlanjutan dalam pelayanan keagamaan. Dalam konteks krisis iklim yang semakin nyata, kuliah tamu ini menjadi salah satu langkah awal Prodi PPA IAKN Kupang dalam menumbuhkan generasi penyuluh yang berpihak pada kehidupan dan keadilan ekologis, sesuai dengan Program prioritas Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A tentang ekoteologi.*

Penulis : Merling Messakh
Administrator : Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media