IAKN Kupang (Kemenag RI) – Program Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bagi para pengajar jemaat di lingkungan GMIT Klasis Belu. Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 Mei 2026 ini dipusatkan di Aula Serba Guna Jemaat GMIT Polycarpus Atambua dan diikuti oleh 45 peserta dari 10 jemaat di wilayah Klasis Belu.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas para pengajar jemaat dalam melaksanakan pelayanan pendidikan Kristen, khususnya bagi anak dan remaja di lingkungan gereja. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman teologis, metode pengajaran kreatif, hingga media pembelajaran yang kontekstual bagi pelayanan jemaat masa kini.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana IAKN Kupang dipimpin oleh Dr. Daud Saleh Luji, M.Pd., M.Th., dengan anggota Dr. Hemi D. Bara Pa, M.P.K., Maya Djawa, Ph.D., serta Aprilianus Laiskodat sebagai mahasiswa Program Magister.
Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan ketua tim, sambutan Wakil Direktur Pascasarjana IAKN Kupang, serta sambutan Ketua Majelis Klasis Belu yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Setelah doa pembukaan dan sesi foto bersama, peserta mengikuti berbagai materi yang telah disiapkan oleh tim narasumber.
Materi pertama disampaikan oleh Maya Djawa, Ph.D., M.Pd.K., dengan topik “Tugas dan Fungsi Jabatan Pengajar di GMIT” yang dimoderatori oleh Pdt. Mery Nitbani, S.Th. Dalam pemaparannya, Maya menegaskan bahwa pengajar jemaat memiliki peran strategis sebagai pelayan firman dalam membentuk pertumbuhan iman warga gereja, khususnya generasi muda.
“Pengajar bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan iman dan karakter dalam pelayanan jemaat,” ungkapnya dalam sesi diskusi.
Selanjutnya, materi kedua dibawakan oleh Dr. Hemi D. Bara Pa, M.P.K., dengan tema “Metode Mengajar bagi Anak dan Remaja” yang dimoderatori oleh Ketua Majelis Klasis Belu, Pdt. Para Manggi Uly, S.Th. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada pendekatan pembelajaran berbasis afektif yang menekankan pembentukan karakter, sikap, dan spiritualitas peserta didik.
Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Dr. Daud Saleh Luji, M.Pd., M.Th., dengan topik “Teori dan Teknik Dasar Panggung Boneka untuk Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Jemaat.” Tidak hanya menerima materi teoritis, peserta juga mengikuti pelatihan desain cerita, praktik penggunaan panggung boneka, hingga simulasi kelompok sebagai media pembelajaran kreatif bagi anak-anak Sekolah Minggu.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi maupun praktik pembelajaran, terutama dalam pengembangan metode kreatif yang dapat diterapkan langsung dalam pelayanan jemaat.
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara Pascasarjana IAKN Kupang dan GMIT Klasis Belu. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Direktur Pascasarjana IAKN Kupang bersama Ketua Majelis Klasis Belu sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan kerja sama bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Polycarpus Atambua, Pdt. Mery Nitbani, S.Th. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pascasarjana IAKN Kupang yang dinilai telah memberikan penguatan nyata bagi pelayanan para pengajar jemaat di Klasis Belu.
“Kegiatan ini sangat membantu para pengajar jemaat dalam meningkatkan kreativitas dan kualitas pelayanan kepada anak dan remaja di gereja,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Pascasarjana IAKN Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan gereja melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para pengajar jemaat sebagai ujung tombak pembinaan iman generasi muda gereja.
Sumber : Tim PKM
Penulis: Merling Messakh
Foto: Fredy Duka
Administrator: Yermi Solukh


