IAKN Kupang (Kemenag) — Lingkungan SD Inpres Naimata dipenuhi suasana hangat dan penuh keceriaan pada Selasa, 14 Januari 2026, saat 15 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kelas H, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, melaksanakan kegiatan praktik pembelajaran yang terintegrasi dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan ini mengusung tema “Ayo Bersahabat dan Hidup Rukun Sejak Dini”, sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Etika Kristen. Di bawah pendampingan dosen pengampu, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd., mahasiswa diajak untuk tidak hanya memahami konsep etika secara teoritis, tetapi juga menerapkannya secara nyata dalam dunia pendidikan dasar.
Edukasi Karakter Berbasis Etika Kristen
Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa Ida Rambu Dulu Mosa dan Anita Leodima menyampaikan pesan-pesan tentang makna persahabatan dan pentingnya hidup rukun di lingkungan sekolah. Dengan bahasa sederhana dan metode interaktif, materi disampaikan agar mudah dipahami oleh siswa-siswi.
Menurut Ida, persahabatan sejati lahir dari sikap saling mengasihi, menghormati, dan mau bekerja sama. “Hidup rukun berarti mau menerima perbedaan dan menjadikannya kekuatan, bukan alasan untuk bertengkar,” ungkapnya di hadapan para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Mahasiswa juga memberikan contoh konkret perilaku hidup rukun, seperti saling menolong, tidak melakukan perundungan, serta menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai dan penuh kasih.
Sinergi Etika Kristen, Pancasila, dan Moderasi Beragama
Nilai-nilai yang disampaikan tidak berdiri sendiri, melainkan dihubungkan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya semangat persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Pendekatan ini bertujuan agar siswa memahami bahwa hidup rukun bukan hanya tuntutan iman, tetapi juga kewajiban sebagai warga negara Indonesia.
Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan IAKN Kupang terhadap program Moderasi Beragama Kementerian Agama RI. Melalui Etika Kristen, mahasiswa menanamkan pemahaman bahwa toleransi dan sikap saling menghargai merupakan kunci membangun kehidupan bersama yang damai di tengah keberagaman.
Apresiasi dan Harapan
Dosen pengampu, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif mahasiswa serta dukungan pihak sekolah. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk membentuk calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial.
“Kami berharap nilai persahabatan, toleransi, dan hidup rukun yang ditanamkan hari ini dapat bertumbuh dalam diri anak-anak dan menjadi fondasi karakter mereka di masa depan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai agen pembentukan karakter dan perdamaian di tengah masyarakat.
Penulis: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh



