Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang resmi menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Halaman IAKN Kupang. Penutupan yang diikuti 1.221 mahasiswa baru ini ditandai dengan pelepasan tanda pengenal PKKMB dan pengenaan jas almamater, serta dirangkaikan dengan doa bersama dan penggalangan dana bagi korban gempa Flores. Dengan penutupan ini, para peserta secara resmi beralih status dari peserta PKKMB menjadi mahasiswa IAKN Kupang.

Sebelum prosesi penutupan, seluruh peserta bersama dosen dan tenaga kependidikan lebih dahulu mengikuti kegiatan kemanusiaan bagi korban gempa Flores. Rangkaian tersebut diisi oleh penyalaan lilin bersama, doa bagi para korban dan keluarga terdampak, serta pengumpulan bantuan yang diserahkan secara bersama-sama di lokasi kegiatan. Bantuan yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui jalur yang dikoordinasikan pihak institut.

Prosesi penutupan diawali dengan pelepasan tanda pengenal PKKMB secara resmi oleh Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th. Pelepasan tanda pengenal menandai berakhirnya masa peserta PKKMB bagi seluruh mahasiswa baru.

Rangkaian dilanjutkan dengan pemakaian jas almamater oleh para pimpinan IAKN Kupang kepada perwakilan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISKK), Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK), dan Pascasarjana IAKN Kupang. Pengenaan jas almamater menjadi tanda penerimaan resmi mahasiswa baru sebagai bagian dari sivitas akademika.

PKKMB ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Maryon Pattinaja, Ph.D, mewakili Rektor. Dalam arahannya, ia meminta mahasiswa baru memberikan kontribusi terbaik bagi kampus, gereja, masyarakat, dan bangsa.

Perwakilan mahasiswa baru, Jihan dari FKIPK, turut menyampaikan kesannya mengikuti PKKMB. Ia menjelaskan bahwa banyak bekal dan pengalaman yang diperoleh selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ia juga menyampaikan harapan agar mahasiswa baru dapat menjadi mahasiswa yang berdampak.

Dalam keterangannya secara terpisah, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th menyampaikan bahwa PKKMB merupakan tahap awal dari keseluruhan proses pendidikan yang akan dijalani mahasiswa.
“Jas almamater yang dikenakan hari ini bukan sekadar seragam. Di dalamnya melekat tanggung jawab untuk menjaga nama baik institusi melalui cara belajar dan cara hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penggabungan kegiatan kemanusiaan dengan penutupan PKKMB dimaksudkan agar mahasiswa baru mengakhiri rangkaian kegiatan dengan tindakan nyata.

Menurutnya, solidaritas terhadap korban bencana merupakan wujud dari nilai kasih dan kepedulian yang menjadi salah satu nilai dasar institusi, dan kepekaan sosial perlu ditumbuhkan sejak awal masa studi.

Setelah penutupan PKKMB ini, 1.221 mahasiswa baru memulai kegiatan perkuliahan pada semester gasal tahun akademik 2026/2027.

Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Foto: Kenneth
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media