IAKN Kupang (Kemenag RI) — Transformasi digital kini tidak lagi menjadi sekadar tren teknologi, melainkan telah berkembang menjadi kebutuhan fundamental dalam dunia pendidikan tinggi dan industri kreatif. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISKK) IAKN Kupang menggelar kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Umat: Pelatihan Konten Kreator untuk Kewirausahaan dan Personal Branding Mahasiswa/i FISKK IAKN Kupang Tahun 2026” di Kampus IAKN Kupang, Senin (25/5/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis kampus dalam membangun kapasitas mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis di bidang industri kreatif digital, personal branding, dan kewirausahaan berbasis media sosial.
Sebanyak 30 mahasiswa dari Program Studi Psikologi Kristen, Sosiologi Agama, Misiologi, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen mengikuti pelatihan berbasis project based learning tersebut. Para peserta dibekali keterampilan desain grafis menggunakan Canva, editing video edukatif melalui CapCut, strategi voice branding, hingga teknik membangun identitas profesional di ruang digital secara kreatif dan etis.
Ketua Panitia, Yuvine Marlene Cicilia Noach, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai upaya penguatan kompetensi mahasiswa menghadapi perubahan besar dalam ekosistem dunia kerja digital tahun 2026.
Menurutnya, mahasiswa saat ini dituntut untuk mampu mengintegrasikan kemampuan akademik dengan kreativitas digital agar dapat beradaptasi dalam dunia profesional yang semakin kompetitif. “Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial. Mereka harus mampu menjadi produsen konten yang kreatif, edukatif, dan memiliki nilai sosial maupun ekonomi. Karena itu, pelatihan ini hadir untuk membangun kapasitas mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan peluang kewirausahaan digital,” ujarnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan salah satu konten kreator dan selebgram asal Nusa Tenggara Timur, Tri Marisa Dillak, yang dikenal aktif dalam pengembangan industri kreatif digital di daerah. Selain sebagai konten kreator, ia juga menjabat sebagai Direktur Mince Galery Indonesia dan Manager di Briefpro Activation.
Bersama tim kreatifnya, termasuk Ryan Ngongo, Tri Marisa membawakan sejumlah materi strategis terkait dunia digital, antara lain Fundamental Teknologi Digital dan Media Sosial, Branding dan Personal Branding, Konsep dan Strategi Konten, serta Etika dan Keamanan Digital.
Dalam pemaparannya, Tri Marisa menekankan bahwa media digital saat ini telah berkembang menjadi ruang produktif yang membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.
“Media sosial bukan lagi hanya tempat hiburan, tetapi sudah menjadi ruang kerja, ruang bisnis, dan ruang membangun pengaruh positif. Mahasiswa harus mampu menghadirkan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan edukasi dan dampak sosial bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya personal branding sebagai aset profesional di era digital. Menurutnya, identitas digital yang dibangun secara konsisten dapat menjadi modal besar bagi mahasiswa dalam membangun jejaring, reputasi, hingga peluang usaha kreatif.
Sementara itu, Rektor IAKN Kupang yang diwakili oleh Pelaksana Harian Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Maryon D. Pattinaja, Ph.D, menyampaikan apresiasi sekaligus menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut saat membuka kegiatan secara resmi. Ia menilai pelatihan ini sebagai langkah positif dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa literasi digital merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki seluruh sivitas akademika, baik mahasiswa, tenaga pendidik, maupun tenaga kependidikan. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan produktif di ruang digital.
“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa dan panitia dalam menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Diharapkan pelatihan seperti ini terus dikembangkan agar seluruh unsur kampus semakin melek digital, profesional, dan mampu menghadapi tantangan global secara cerdas dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Selain menghadirkan materi teoritis, pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik dan pendampingan langsung bertajuk Digital Creative Project yang dipandu oleh Yuvine Marlene Cicilia Noach. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pelatihan teknis mendesain konten menggunakan Canva dan CapCut bagi pemula secara bertahap dan aplikatif.
Sebagai bentuk luaran kegiatan, setiap peserta diwajibkan menghasilkan produk digital berupa desain flyer edukatif, video pendek kreatif, serta karya voice branding yang dapat dimanfaatkan sebagai portofolio profesional maupun pengembangan usaha mandiri berbasis media digital. Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat tinggi melalui keterlibatan aktif dalam sesi diskusi, praktik desain, editing video, hingga presentasi hasil karya di hadapan fasilitator dan peserta lainnya.
Salah satu mahasiswa peserta menyampaikan bahwa, “Pelatihan ini memperluas wawasan digital mahasiswa serta mendorong lahirnya kreativitas, profesionalisme, dan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi kreatif berbasis teknologi.” Senada dengan itu, tenaga kependidikan yang turut hadir menilai kegiatan tersebut relevan dalam meningkatkan literasi digital sivitas akademika guna mendukung efektivitas pelayanan administrasi, komunikasi, dan transformasi digital kampus.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISKK) IAKN Kupang berharap dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemberdayaan ekonomi, edukasi masyarakat, dan penguatan nilai-nilai sosial-keagamaan di era digital global.
Release: Panitia
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh


