Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menghadiri Seminar Internasional bertema “Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Pembangunan Manusia” yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa–Rabu (14–15/7/2026). Kehadiran pimpinan perguruan tinggi keagamaan Kristen dalam forum tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan semangat moderasi beragama untuk memperkuat kontribusi pendidikan tinggi bagi pembangunan manusia dan bangsa.

Seminar tersebut merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) se-Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan Pengukuhan Pengurus Forum Nasional IKA PTKIN se-Indonesia Periode 2026–2031 oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Pengukuhan itu menandai dimulainya kepengurusan perdana forum yang menghimpun alumni dari 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di seluruh Indonesia sebagai wadah pemersatu.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, hadir langsung dan memberikan arahan kepada para rektor, guru besar, pimpinan PTKIN, serta pengurus IKA PTKIN. Ia menegaskan bahwa alumni PTKIN dituntut menjadi motor perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Menag, PTKIN mengemban mandat yang lebih luas dibanding perguruan tinggi pada umumnya karena sekaligus berperan sebagai lembaga pendidikan tinggi dan lembaga dakwah. Mandat itu, lanjutnya, menuntut PTKIN tidak sekadar mencetak ilmuwan, tetapi juga intelektual dan cendekiawan. Ia menggarisbawahi bahwa cendekiawan bukanlah sosok yang berhenti pada penguasaan ilmu, melainkan yang mengamalkannya dan menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat.

Karakter khas itulah, menurut Menag, yang membedakan lulusan PTKIN. Mereka dibekali bukan hanya kompetensi akademik, tetapi juga integritas moral, spiritualitas, dan kepedulian sosial. Dengan bekal tersebut, alumni diharapkan tampil sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam penyempurnaan kurikulum, penguatan ekonomi syariah, pelestarian lingkungan, pengembangan teknologi, hingga penyelesaian beragam persoalan sosial di masyarakat.

Karena itu pula, Menag menilai keberhasilan sebuah PTKIN tidak cukup diukur dari kualitas lulusan semata, tetapi dari kontribusi alumni terhadap umat, bangsa, dan kemanusiaan. Ukurannya, menurut Menag, terletak pada nilai tambah yang diberikan alumni bagi almamater, umat, keluarga, serta resonansinya di tengah masyarakat.

Dalam kerangka itu, Menag menegaskan bahwa Forum Nasional IKA PTKIN dibentuk bukan semata sebagai wadah silaturahmi, melainkan sebagai kekuatan strategis yang menghubungkan seluruh potensi alumni PTKIN di Indonesia dan memperkuat kontribusi mereka bagi pembangunan nasional. Pada bagian akhir arahannya, ia mengajak seluruh alumni untuk terus memperkuat moderasi beragama, membangun toleransi, serta merawat semangat persatuan dalam bingkai kebangsaan demi mewujudkan Indonesia yang damai dan maju.

Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas Forum Nasional IKA PTKIN se-Indonesia tersebut. Ia berharap forum ini dapat menghasilkan berbagai gagasan dan langkah baik yang bermanfaat bagi bangsa ke depan.

Kehadiran Rektor IAKN Kupang dalam kegiatan lintas lembaga keagamaan itu sekaligus mencerminkan komitmen bersama dunia pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia untuk merawat moderasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan manusia serta keutuhan bangsa.

Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media