IAKN Kupang – Komitmen membangun budaya mutu pendidikan tinggi semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), menyelenggarakan Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Implementasi SAPTO 2.0 yang mempertemukan peserta dari enam perguruan tinggi di Kota Kupang bersama sivitas akademika IAKN Kupang.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Juni 2026, di Hotel Sasando, Kupang, menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, sekaligus menyamakan persepsi mengenai implementasi sistem penjaminan mutu di lingkungan perguruan tinggi.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri atas pimpinan IAKN Kupang, koordinator program studi, auditor mutu internal, tenaga kependidikan, serta perwakilan lembaga penjaminan mutu dari Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang (STIPAS), Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Kupang, Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Kupang, Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang, serta Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi hanya dapat diwujudkan melalui komitmen bersama seluruh sivitas akademika dan kolaborasi antarlembaga.
Menurutnya, sistem penjaminan mutu tidak boleh dipandang sekadar sebagai pemenuhan persyaratan akreditasi, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Budaya mutu harus menjadi bagian dari cara kita bekerja setiap hari. Ketika seluruh unit memiliki komitmen yang sama terhadap kualitas, maka institusi akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan dan menghasilkan layanan pendidikan yang semakin baik,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh penguatan dari narasumber Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengenai implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penerapan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP), penggunaan aplikasi SAPTO 2.0, hingga penyusunan tindak lanjut hasil Audit Mutu Internal (AMI). Materi yang diberikan dirancang untuk meningkatkan kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi akreditasi sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAKN Kupang, Tri Oktavia Oematan, M.Pd., mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus mempererat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan budaya mutu.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kebijakan terbaru penjaminan mutu dan implementasi SAPTO 2.0, tetapi juga membangun kesamaan persepsi seluruh unsur pimpinan, pengelola program studi, serta unit kerja dalam mengimplementasikan siklus PPEPP secara berkelanjutan. Kami berharap hasil pelatihan ini tidak berhenti pada aspek pemahaman, tetapi diwujudkan dalam tindak lanjut nyata di setiap unit kerja,” katanya.
Ia menambahkan, LPM IAKN Kupang akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi agar hasil pelatihan dapat diimplementasikan secara optimal di setiap unit kerja.
“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin memastikan bahwa budaya mutu benar-benar tumbuh di setiap unit kerja. Dengan demikian, IAKN Kupang semakin siap menghadapi akreditasi program studi maupun institusi serta mampu memberikan layanan pendidikan tinggi yang unggul, akuntabel, dan berdaya saing,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, IAKN Kupang tidak hanya memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan internal, tetapi juga membangun sinergi dengan perguruan tinggi lain dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan mutu, memperkuat tata kelola institusi, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia.
Release: Panitia
Penulis: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh


