IAKN Kupang (Kemenag RI) — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang mengutus 15 dosen untuk terlibat dalam kegiatan Relawan Rote Mengajar Tahun 2026 di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak Minggu, 23 Agustus hingga Selasa, 25 Agustus 2026.
Relawan Rote Mengajar merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan yang melibatkan para relawan dari IAKN Kupang. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah Kabupaten Rote Ndao.
Keterlibatan 15 dosen IAKN Kupang dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Para dosen hadir dengan membawa kompetensi, pengalaman, serta kepedulian akademik untuk berkontribusi dalam proses pendidikan dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Ke-15 dosen yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai program studi di lingkungan IAKN Kupang. Mereka adalah Petrus Logo Radja, M.Pd. dari FKIPK/Program Studi PKAUD; Dr. Ezra Tari, M.Th. dari Pascasarjana; Dr. Hasudungan Sidabutar, M.Pd. dari FKIPK/Program Studi Pendidikan Agama Kristen; Yusmina Eliseba Hauoni dari FISKK/Program Studi Kepemimpinan Kristen; Dr. Andri Oktovianus Pellondou, S.Th., M.Si. dari FISKK/Program Studi Sosiologi Agama; dan Dr. Hendrik A.E. Lao, M.Pd. dari FISKK/Program Studi Misiologi.
Selanjutnya, kegiatan ini juga melibatkan Dr. Anita A. Hege Udju, M.Pd., Lodia Amelia Banik, Doni Ariani Leowandri Liu, M.Pd., Dr. Roimanson Panjaitan, M.Pd.K., dan Ferofianes Linda Tandjung dari FKIPK/Program Studi Pendidikan Agama Kristen. Turut serta Dr. Andrian Wira Syahputra, M.Sc. dari FISKK/Program Studi Pastoral Konseling; Nimrot Doke Para, M.Pd. dari FKIPK/Program Studi Manajemen Kristen; Delsylia Tresnawaty Ufi, M.Si. dari FKIPK/Program Studi Penyuluh Agama; serta Devrialdo Daniel Paat, M.Th. dari FKIPK/Program Studi Pendidikan Agama Kristen.
Kehadiran dosen dari berbagai bidang keilmuan menunjukkan komitmen IAKN Kupang untuk menghadirkan pengabdian yang kolaboratif dan kontekstual. Para dosen tidak hanya menjalankan peran sebagai akademisi, tetapi juga hadir untuk berbagi pengetahuan, mendampingi proses pembelajaran, serta memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., ditemui di tempat terpisah mengatakan bahwa keterlibatan dosen dalam Relawan Rote Mengajar merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat melalui bidang pendidikan.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya berfokus pada aktivitas akademik di dalam kampus, tetapi juga harus mampu hadir dan menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan seperti Relawan Rote Mengajar, kita ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki para dosen harus dapat dihadirkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rektor.
Menurutnya, kehadiran dosen IAKN Kupang di Rote Ndao bukan sekadar menjalankan tugas pengabdian, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan masyarakat.
“Kehadiran kita di Rote Ndao bukan sekadar menjalankan tugas pengabdian, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama untuk ikut membangun pendidikan,” lanjutnya.
Dr. I Made Suardana menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan semangat “Beragama Berdampak” yang terus dikembangkan IAKN Kupang. Menurutnya, keberagamaan perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Beragama berdampak berarti iman dan pengetahuan kita tidak berhenti pada diri sendiri. Keduanya harus diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat bagi sesama. Pendidikan adalah salah satu ruang yang sangat strategis untuk menghadirkan dampak tersebut,” jelasnya.
Melalui Relawan Rote Mengajar 2026, IAKN Kupang juga berupaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kehadiran para dosen di Rote Ndao menjadi ruang untuk berbagi sekaligus belajar dari realitas pendidikan yang dihadapi masyarakat di daerah.
Rektor berharap keterlibatan 15 dosen tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat Rote Ndao. Di sisi lain, pengalaman selama kegiatan diharapkan menjadi pembelajaran bagi para dosen untuk terus mengembangkan model pengabdian yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen IAKN Kupang untuk menghadirkan pendidikan dan pengabdian yang tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi mampu hadir di tengah persoalan nyata masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan perguruan tinggi yang terus berkarya, melayani, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Sumber: LPPM IAKN Kupang
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh



