IAKN Kupang (Kemenag) — Sebagai bagian dari komitmen membangun jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Membangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa Melalui Pemberdayaan Potensi Lokal: Pelatihan Pembuatan Teh Kelor (Moringa)”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 4 Juli 2025 di lingkungan kampus ini diikuti oleh 30 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISKK).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya economic empowerment di lingkungan perguruan tinggi, khususnya melalui pemberdayaan potensi lokal. Ia menilai pelatihan teh kelor sebagai bentuk inovasi praktis yang strategis dan menjanjikan di tengah keterbatasan lapangan kerja formal.
“Saya menyambut baik kegiatan ini karena membentuk mahasiswa yang mandiri secara ekonomi dan mencintai potensi lokal. Pelatihan ini tidak boleh berhenti di sini, tapi harus berlanjut dalam bentuk produksi, pemasaran, dan kolaborasi yang lebih luas,” tegas Rektor.
Rektor juga mendorong sinergi lintas prodi dan fakultas untuk mengembangkan model pelatihan serupa di bidang-bidang lainnya, seraya menekankan pentingnya pembinaan dan keberlanjutan program berbasis pemberdayaan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Debby Yunita Mada, M.Th., dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang bukan sekadar memberi keterampilan teknis, tetapi membangun cara berpikir wirausaha yang inovatif dan adaptif. Ia juga menyampaikan harapan agar fasilitas penunjang seperti coldbox dan water heater dapat dihadirkan di masa mendatang guna mendukung diversifikasi produk teh kelor, baik dalam bentuk minuman panas maupun dingin.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Meybi Agnesya Lomanledo, pendiri Timor Moringa dan pimpinan PT Neolaka Anugerah Timor. Dalam sesi bertema “Potensi Alam di Pulau Timor”, ia membangkitkan kesadaran peserta akan nilai ekonomi tanaman kelor yang selama ini terabaikan. Menurutnya, kelor merupakan komoditas dengan nilai jual tinggi yang bisa dikelola dari hulu hingga hilir oleh mahasiswa.
“Kelor bukan sekadar tanaman. Ini peluang usaha. Yang kita butuhkan hanya kreativitas, kemauan belajar, dan keberanian memulai,” ujar Meybi.
Salah satu momen penting dari kegiatan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FISKK IAKN Kupang dengan PT Neolaka Anugerah Timor, disusul dengan Implementation of Arrangement antara lima program studi di bawah FISKK—yakni Pastoral Konseling, Kepemimpinan Kristen, Misologi, Sosiologi Agama, dan Psikologi Kristen—dengan pihak mitra. Langkah ini menandai integrasi nyata antara dunia akademik dan dunia usaha dalam mendukung gerakan kewirausahaan mahasiswa berbasis nilai dan potensi lokal.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan teh kelor, dimulai dari pemilihan daun, pengeringan, penggilingan, pengemasan, hingga proses branding produk. Mahasiswa juga diperkenalkan pada penggunaan mesin pengering, penepung, dan cup sealer. Produk teh kelor yang dihasilkan bahkan langsung dipasarkan dalam jumlah terbatas, sebagai bentuk uji coba respons pasar.
Pelatihan ini tidak hanya menyuguhkan pengalaman praktik, tetapi juga memberikan penyadaran bahwa kekayaan lokal memiliki daya saing tinggi bila dikelola dengan tepat. Dalam konteks ini, IAKN Kupang menegaskan perannya sebagai pelopor pembentukan Christian entrepreneurs yang berintegritas, kreatif, dan berdampak pada komunitasnya.*
Released : Panitia
Editor : Merling Messakh
Foto: Fredy Duka
Administrator : Yermi Solukh


