Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Ruang kelas VII B SMP Negeri 11 Kota Kupang tampak berbeda pada Rabu (10/6/2026). Suasana belajar yang biasanya berlangsung rutin berubah menjadi ruang diskusi yang hangat dan interaktif. Puluhan siswa tampak antusias mengangkat tangan, menjawab pertanyaan, hingga berbagi pendapat tentang salah satu isu kesehatan yang masih menjadi tantangan dunia, yakni HIV/AIDS.

Melalui tema “Generasi Z Lawan HIV/AIDS: Berani Tahu, Berani Peduli”, mahasiswa Semester IV Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama (PPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang hadir untuk memberikan edukasi sekaligus membangun kesadaran generasi muda agar memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS.

Kegiatan ini merupakan luaran Mata Kuliah Media Penyuluhan yang dibimbing oleh dosen pengampu, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd. Tidak sekadar menjadi tugas akademik, praktik penyuluhan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berkomunikasi, menyampaikan pesan edukatif, dan menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.

Salah satu mahasiswa penyuluh, Condrad B. A. Pellokila, menjelaskan bahwa HIV dan AIDS merupakan dua hal yang berbeda, namun saling berkaitan. Ia menguraikan secara sederhana mengenai pengertian HIV/AIDS, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi individu maupun lingkungan sosial.

Materi yang disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami membuat para siswa aktif mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan seputar kesehatan reproduksi, pergaulan remaja, hingga cara menjaga diri agar terhindar dari perilaku berisiko.

Lebih dari sekadar edukasi kesehatan, kegiatan ini juga diperkaya dengan penguatan nilai-nilai spiritual melalui Firman Tuhan yang diambil dari 1 Timotius 4:12, “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”

Firman tersebut menjadi pengingat bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menjadi agen perubahan. Justru di masa remaja, setiap orang dipanggil untuk membangun karakter yang baik, menjaga kesehatan diri, serta menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

Pihak SMP Negeri 11 Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan praktik penyuluhan dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut pihak sekolah, edukasi mengenai HIV/AIDS sangat penting diberikan kepada peserta didik agar mereka memperoleh informasi yang benar sekaligus memiliki kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat dan bertanggung jawab.

“Kami sangat berterima kasih kepada IAKN Kupang, khususnya dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga termotivasi untuk menjadi generasi muda yang peduli terhadap kesehatan dan masa depan mereka,” ujar perwakilan sekolah.

Dosen pengampu Mata Kuliah Media Penyuluhan, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd., menjelaskan bahwa praktik penyuluhan merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa belajar memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan menjadi penyuluh yang profesional, kreatif, dan adaptif terhadap berbagai persoalan sosial.

“Mahasiswa tidak boleh berhenti pada penguasaan teori. Mereka harus hadir di tengah masyarakat, menyampaikan pesan-pesan edukatif, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Itulah esensi seorang penyuluh,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga belajar memberi manfaat bagi sesama. Melalui tema “Generasi Z Lawan HIV/AIDS: Berani Tahu, Berani Peduli”, mahasiswa Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama IAKN Kupang menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Dengan pengetahuan yang benar dan kepedulian yang tinggi, Generasi Z diharapkan tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi pelopor perubahan yang membawa harapan bagi masa depan yang lebih baik.

Penulis: Merling Messakh
Foto: Mahasiswa Prodi PPA kelompok 1
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media