Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) — Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang memasuki hari kedua (29/08/2026) dengan menghadirkan materi strategis terkait kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, perkembangan teknologi, dan tantangan masa depan.

Materi bertajuk “Membangun Mahasiswa Unggul, Siap Menghadapi Dunia Kerja, Perubahan Teknologi, dan Masa Depan” disampaikan oleh Jasinta Florentina Pabha Swan, S.Pd., M.Si., selaku Koordinator Humas dan Satgas PPKPT Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV. Dalam pemaparannya, mahasiswa diajak untuk memaknai perkuliahan bukan sekadar proses memperoleh ijazah, tetapi sebagai masa penting untuk membangun kapasitas diri secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa masa kuliah merupakan waktu strategis untuk mengembangkan ilmu, karakter, kompetensi, serta dampak nyata bagi masyarakat. Mahasiswa didorong untuk menjadi pribadi yang adaptif, komunikatif, kritis, kolaboratif, serta memiliki integritas tinggi, mengingat dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan, tetapi individu yang mampu belajar, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Lebih lanjut, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep T-shaped graduate, yaitu memiliki satu keahlian utama yang mendalam sekaligus wawasan luas untuk bekerja lintas bidang. “Jadilah ahli di bidangmu, tetapi jangan menjadi sempit dalam cara berpikir,” pesan yang ditekankan dalam sesi tersebut.

Dalam rangka mempersiapkan diri secara optimal, mahasiswa juga diajak untuk melakukan lima investasi penting selama masa kuliah, yaitu menguasai ilmu, membangun portofolio, memperluas jejaring, mencari pengalaman, serta melatih karakter. Selain itu, kombinasi antara hard skills, human skills, dan digital fluency dinilai sebagai kunci agar mahasiswa siap terjun ke dunia kerja. Keterampilan seperti pemecahan masalah, komunikasi, kerja tim, kreativitas, literasi data dan AI, serta manajemen diri menjadi kompetensi utama yang perlu dikembangkan. Menanggapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), pemateri menekankan bahwa AI tidak akan menggantikan manusia yang terus belajar. Mahasiswa diajak untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu berpikir secara bijak, dengan tetap menjunjung tinggi etika, nalar, dan tanggung jawab. Mahasiswa baru juga didorong untuk mulai membangun karier sejak hari pertama kuliah, dengan menghasilkan karya dan pengalaman yang dapat dibuktikan, bukan sekadar nilai akademik.

Hal ini sejalan dengan pesan bahwa masa kuliah merupakan golden time untuk membangun jejaring, karakter, dan visi hidup. Sebagai langkah awal, mahasiswa diberikan panduan 30 hari pertama agar tidak menjadi “penonton”, melainkan aktif terlibat dalam proses pengembangan diri. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain mengenal dosen atau mentor, mengikuti organisasi atau komunitas, mempelajari keterampilan digital, membuat karya sederhana untuk portofolio, membangun kebiasaan membaca, serta menetapkan target akademik dan karier.

Menutup sesi, mahasiswa baru diingatkan untuk tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi menjadi agen perubahan, penggerak, dan pelopor di tengah masyarakat. Pendidikan tinggi diarahkan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter, memiliki jejaring luas, dan mampu memberikan kontribusi nyata. Dengan semangat tersebut, mahasiswa IAKN Kupang diharapkan mampu belajar dengan serius, bertumbuh dalam karakter, berkarya dengan berani, serta berkontribusi dengan hati demi masa depan yang lebih baik.

Penulis : Philby Tafuakan, M.Sn
Foto: Fredy Duka
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media