IAKN Kupang (Kemenag) — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) IAKN Kupang kembali mengadakan Yudisium pada tanggal 2 Maret 2026. Acara ini menjadi momen krusial bagi mahasiswa yang telah menuntaskan semua proses akademik di tingkat fakultas. Yudisium tersebut menjadi tanda pengesahan kelulusan mahasiswa sebelum mereka memasuki fase wisuda sebagai bagian dari proses akademis di perguruan tinggi.
Acara yudisium berlangsung di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen dan dihadiri secara langsung oleh jajaran pimpinan fakultas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan pada tingkat fakultas, jurusan, program studi, serta kepala laboratorium yang memberikan dukungan dan penghargaan kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen institusi dalam mengawal proses akademik mahasiswa hingga tahap akhir.
Dalam pelaksanaan yudisium kali ini, sebanyak 37 mahasiswa secara resmi dinyatakan lulus. Para mahasiswa tersebut berasal dari empat program studi yang berada di bawah naungan FKIPK, yaitu Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen, Program Studi Bimbingan Konseling Kristen, serta Program Studi Pendidikan Seni Keagamaan. Keberagaman program studi ini mencerminkan kontribusi FKIPK dalam mempersiapkan tenaga pendidik dan tenaga profesional yang memiliki kompetensi akademik sekaligus nilai-nilai Kristiani.
Yudisium ini menjadi momen refleksi sekaligus apresiasi atas perjuangan akademik yang telah ditempuh oleh para mahasiswa selama masa studi. Selama menempuh pendidikan, para mahasiswa tidak hanya dibentuk dalam aspek pengetahuan akademik, tetapi juga dalam penguatan karakter, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial sebagai calon pendidik dan pelayan masyarakat.
Pelaksana tugas (Plt.) Dekan FKIPK, Delsylia T. Ufi, M.Si dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya. Ia menegaskan bahwa perjalanan menjadi mahasiswa di IAKN Kupang bukanlah proses yang selalu mudah, melainkan penuh dengan dinamika dan tantangan yang harus dihadapi dengan ketekunan dan iman.
Ada keterbatasan, ada tantangan ekonomi, ada tugas akhir yang menguras pikiran, ada praktik lapangan yang melelahkan. Namun hari ini, semua itu berubah menjadi kesaksian: Tuhan menolong sampai selesai.”
Lebih lanjut ia juga menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa pada hari ini merupakan buah dari perjuangan panjang yang tidak selalu terlihat. “Jika hari ini kita melihat wajah-wajah yang berseri, jangan lupa bahwa di baliknya ada pengorbanan, air mata dan doa, ada malam-malam panjang menyelesaikan skripsi,” ungkapnya, seraya mengingatkan bahwa proses akademik selalu disertai pengorbanan dan ketekunan, tutupnya.
Selain sebagai bentuk pengesahan kelulusan, kegiatan yudisium ini juga menjadi sarana penguatan motivasi bagi para lulusan untuk terus mengembangkan diri setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Para lulusan diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi dalam pelayanan pendidikan, gereja, maupun masyarakat luas.
Pihak fakultas juga menyampaikan rencana strategis bahwa pelaksanaan yudisium akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan akademik yang lebih cepat, efektif, dan teratur bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik tanpa harus menunggu periode waktu yang terlalu lama.
Dengan dilaksanakannya yudisium secara berkala, diharapkan proses administrasi akademik mahasiswa dapat berjalan lebih efisien dan memberikan kepastian bagi para lulusan dalam melanjutkan langkah mereka, baik untuk memasuki dunia kerja, pelayanan gerejawi, maupun melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.*
Penulis: Nimrod Doke Para
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

