IAKN Kupang (Kemenag) – Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. Ezra Tari, M.Th, tampil sebagai narasumber utama dalam kuliah perdana Program Magister dan Doktor Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Tahun Akademik 2025/2026. Acara ini berlangsung pada Kamis (4/9/2025) di Aula Pascasarjana Lantai 3 Undana, Profesor Dr. August Benu, M.S.
Dalam materinya berjudul “Integrasi Spiritualitas dan Kompetensi Diri: Strategi Pengembangan Mahasiswa Pascasarjana,” Dr. Ezra Tari menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus membentuk pribadi yang utuh, bukan sekadar pencapaian akademik. “Spiritualitas adalah fondasi, sedangkan kompetensi diri adalah alat implementasi. Keduanya harus berjalan beriringan untuk menghasilkan pribadi yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.
Ia menjelaskan, spiritualitas merupakan kesadaran akan makna, nilai, dan tujuan hidup yang berakar pada relasi dengan Tuhan, diri, dan sesama. Sementara kompetensi diri mencakup keterampilan teknis (hard skills), keterampilan sosial (soft skills), dan keterampilan karakter. Menurutnya, integrasi keduanya adalah kunci agar mahasiswa pascasarjana mampu menjawab tantangan akademik sekaligus tantangan moral di tengah kompleksitas zaman.
Lebih lanjut, Dr. Ezra Tari menyoroti sejumlah tantangan mahasiswa pascasarjana, seperti tekanan akademik, kebutuhan membangun integritas, dan tuntutan menyeimbangkan pencapaian ilmu dengan pertumbuhan spiritual. Sebagai jawaban, ia menawarkan strategi integrasi yang aplikatif, mulai dari membangun kesadaran reflektif, menjaga empati, hingga menjadikan spiritualitas sebagai penggerak etos kerja sehari-hari.
Pesan yang disampaikan Dr. Ezra Tari sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya pada pilar pendidikan unggul dan terintegrasi serta cinta kemanusiaan. Integrasi spiritualitas dan kompetensi diyakini menjadi landasan bagi mahasiswa untuk tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan gereja.
Menutup presentasinya, ia mengutip Albert Einstein: “Ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh.” Kutipan ini menjadi refleksi bahwa dunia akademik hanya akan menemukan makna sejati ketika dijiwai nilai spiritualitas yang mendalam.
Kuliah perdana ini diikuti oleh mahasiswa baru program magister dan doktoral, serta jajaran pimpinan Pascasarjana Undana. Kehadiran Dr. Ezra Tari menghadirkan perspektif segar dan memperkuat kolaborasi antarkampus di Nusa Tenggara Timur dalam menyiapkan generasi akademisi yang cerdas, berkompeten, serta berlandaskan spiritualitas dan nilai kebangsaan.*
Sumber : Direktur Pascasarjana
Penulis : Merling Messakh
Administrator : Yermi Solukh



