Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang secara resmi membuka perkuliahan semester ganjil yang dirangkaikan dengan pembukaan Dies Natalis IAKN Kupang pada Senin (7/09/2026). Momentum ini turut diisi dengan penyampaian khotbah yang meneguhkan nilai-nilai spiritual dan karakter bagi sivitas akademika. Khotbah yang diangkat dari Kolose 3:12–17 tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM GMIT, Pdt. Hendriana Salmon-Taka Logo, M.Th..

Mengusung tema “Bersatu dalam Kasih, Melayani dengan Optimal,” khotbah ini menekankan pentingnya karakter sebagai fondasi utama sebelum berbicara tentang prestasi. Dalam penyampaiannya, Pdt. Hendriana menegaskan bahwa kehidupan orang percaya tidak hanya diukur dari kerajinan beribadah, tetapi harus nyata dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Kolose menegaskan keilahian Yesus Kristus, sekaligus mengajak setiap orang percaya sebagai “orang-orang pilihan” untuk menunjukkan sikap hidup yang mencerminkan nilai Kristiani, khususnya di lingkungan kampus. Sikap tersebut diwujudkan melalui tanggung jawab, kemurahan hati, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, serta kesediaan untuk saling mengampuni.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa kasih tidak boleh berhenti sebagai konsep di dalam hati, melainkan harus terwujud dalam kehidupan nyata. Tanpa kasih dan kerendahan hati, prestasi maupun keterampilan justru berpotensi menimbulkan gesekan dalam relasi. Oleh karena itu, persatuan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kerelaan untuk “mengenakan kasih” di tengah perbedaan. Dalam konteks kehidupan kampus, sivitas akademika diingatkan untuk membangun budaya kebersamaan, bukan individualisme. Setiap peran, sekecil apa pun, memiliki arti ketika dilakukan bersama dalam semangat kolaborasi. Damai sejahtera Kristus pun diharapkan menjadi penuntun dalam setiap pengambilan keputusan, karena semua dipanggil menjadi satu tubuh untuk melayani.

Selain itu, pentingnya menjaga perkataan juga menjadi sorotan. Sivitas diajak untuk menggunakan bahasa yang membangun, menghindari sikap munafik, serta tidak terjebak dalam budaya ujaran negatif. Perkataan yang disampaikan hendaknya menjadi sarana pemersatu yang dilandasi kasih. Dalam aspek pelayanan, ditekankan bahwa melayani tidak terbatas pada kegiatan rohani semata, tetapi mencakup seluruh aktivitas, termasuk pengajaran, pelayanan administrasi, hingga pengelolaan kampus. Oleh sebab itu, integritas dan kejujuran dalam manajemen menjadi bagian penting dari wujud pelayanan yang bertanggung jawab.

Menutup khotbahnya, Pdt. Hendriana mengajak seluruh sivitas akademika untuk merefleksikan perjalanan sebelumnya dan berkomitmen mengenakan “manusia baru,” yakni hidup dalam kasih, kerendahan hati, serta memberikan yang terbaik dari setiap tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa persatuan dalam kasih dan pelayanan yang optimal merupakan kunci dalam membangun kehidupan kampus yang harmonis, berkarakter, dan memuliakan nama Tuhan.

Penulis : Philby Tafuakan, M.Sn
Foto: Fredy Duka
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media