Kemenag RI (IAKN Kupang) – Pemerintah Kecamatan Amanuban Tengah menyambut hangat kehadiran 21 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di tiga desa, Jumat (3/7/2026). Penyambutan berlangsung penuh sukacita dan dihadiri Camat Amanuban Tengah bersama para kepala desa sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKN di wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi awal dari pengabdian mahasiswa IAKN Kupang dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai pelayanan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Selama masa KKN, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah desa dalam mendukung pembangunan sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sebanyak 21 mahasiswa ditempatkan di tiga desa, yakni Desa Maunum sebanyak delapan mahasiswa, Desa Sopo enam mahasiswa, dan Desa Bone tujuh mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai program studi di lingkungan IAKN Kupang, antara lain Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Penyuluh Agama, Musik Gereja, Psikologi Kristen, serta Sosiologi Agama.
Mahasiswa yang ditempatkan di Desa Maunum didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan, Dr. Kristian E.Y.M. Afi, M.Pd.K., sedangkan mahasiswa di Desa Sopo dan Desa Bone dibimbing oleh Dr. Hemi D. Bara Pa, M.P.K. Kehadiran dosen pendamping diharapkan mampu mengarahkan mahasiswa agar setiap program kerja yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Amanuban Tengah menyampaikan apresiasi kepada IAKN Kupang yang kembali mempercayakan wilayah Amanuban Tengah sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan kesempatan yang baik untuk membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Kami menyambut dengan sukacita kehadiran mahasiswa KKN IAKN Kupang. Kami berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kebutuhan di lapangan, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi desa. Pemerintah kecamatan dan seluruh kepala desa siap mendukung pelaksanaan KKN ini,” ujarnya.
Melalui program KKN, mahasiswa tidak hanya dituntut mengaplikasikan kompetensi akademik yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan persoalan masyarakat, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Pelaksanaan KKN di Kecamatan Amanuban Tengah menjadi bagian dari komitmen IAKN Kupang dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan program-program yang dijalankan mahasiswa mampu memberikan kontribusi positif sekaligus memperkuat semangat pemberdayaan masyarakat menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Release: Panitia KKN
Penulis: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh


