Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, pembelajaran juga hadir di tengah masyarakat, melalui perjumpaan, pelayanan, dan tindakan kasih yang nyata.

Semangat itu tampak dalam kegiatan Praktik Pembelajaran dan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Semester II Kelas H Program Studi PAK, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), di Pusat Pengembangan Anak (PPA) Gereja Alfa Omega Labat, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini merupakan luaran Mata Kuliah Pengantar Teologi Sistematika yang dibimbing oleh Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak untuk mengimplementasikan pengetahuan teologi yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam pelayanan yang nyata dan kontekstual di tengah masyarakat.

Sejak pagi, suasana PPA Gereja Alfa Omega Labat dipenuhi tawa dan antusiasme anak-anak. Para mahasiswa hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sahabat yang mengajak anak-anak belajar dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

Pada kelompok usia 12 hingga 14 tahun, Weni Tefa membawakan materi bertema “Membangun Iman yang Kuat di Era Digital”. Melalui diskusi yang interaktif, ia mengajak peserta memahami berbagai peluang dan tantangan di era digital, mulai dari pemanfaatan teknologi untuk belajar hingga ancaman kecanduan gawai, penyebaran hoaks, dan perundungan di media sosial.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan iman yang kuat dan kemampuan menyaring informasi berdasarkan nilai-nilai Kristiani.

“Teknologi dapat menjadi alat yang bermanfaat, tetapi firman Tuhan harus tetap menjadi dasar dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan,” jelasnya di hadapan peserta.

Sementara itu, di kelompok usia 9 hingga 11 tahun, Chindi Claudia Boimau mengangkat tema “Love in Action” atau Kasih dalam Aksi. Dengan metode belajar yang komunikatif melalui permainan, cerita, dan diskusi, ia mengajak anak-anak memahami bahwa kasih tidak berhenti pada kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Anak-anak diajak untuk mempraktikkan kasih melalui sikap saling menghormati, membantu teman, mengasihi keluarga, dan peduli terhadap sesama. Suasana belajar yang hangat membuat peserta aktif terlibat dan menikmati setiap rangkaian kegiatan.

Koordinator PPA Gereja Alfa Omega Labat, Aplonia Rohi Riwu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa IAKN Kupang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak sekaligus menghadirkan semangat baru dalam pelayanan gereja.

“Kami sangat bersyukur karena mahasiswa hadir dengan kreativitas dan semangat yang luar biasa. Anak-anak merasa senang dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujarnya.

Dosen pengampu Mata Kuliah Pengantar Teologi Sistematika, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd., menjelaskan bahwa praktik pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa Pendidikan Agama Kristen.

Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman nyata agar mampu memahami bahwa teologi tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengintegrasikan ilmu, iman, dan pelayanan. Mereka dipersiapkan menjadi pendidik Kristen yang tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki empati, karakter, dan kepekaan sosial,” ungkapnya.

Bagi Monisa Cantika Haba, salah satu mahasiswa peserta kegiatan, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang sangat bermakna. Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran, mulai dari cara berkomunikasi dengan anak-anak, mengelola kelas, hingga memahami dinamika pelayanan di tengah masyarakat.

“Kami belajar bahwa menjadi pendidik Kristen bukan hanya soal mengajar, tetapi juga tentang hadir, mendengarkan, dan melayani dengan hati. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami di masa depan,” katanya.

Melalui kegiatan Praktik Pembelajaran dan Pengabdian kepada Masyarakat ini, IAKN Kupang terus menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, matang secara spiritual, dan memiliki kepedulian sosial. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siap menjadi pendidik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa nilai kasih dan pengharapan bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

Penulis: Merling Messakh
Foto: Panitia
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media