Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Program Studi Pendidikan Musik Gereja (PMG), Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali menggelar seminar nasional bertajuk 3rd National Conference on Music Education (NCME) pada Senin, 14 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kualitas Pendidikan Musik, Berciri Budaya Berbasis Teknologi” dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.

Seminar nasional ini merupakan penyelenggaraan ketiga yang secara konsisten dilaksanakan oleh Prodi PMG sebagai wadah akademik untuk mendorong pengembangan pendidikan musik di Indonesia. Fokus utama kegiatan ini adalah mengintegrasikan kekayaan budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran musik yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Peserta yang mengikuti seminar ini berjumlah 185 orang, terdiri dari mahasiswa IAKN Kupang serta peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kehadiran peserta lintas institusi ini menunjukkan antusiasme dan kepedulian terhadap pengembangan pendidikan musik yang berkualitas.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 Bidang akademik dan kelembagaan, Maryon D. Pattinaja, Ph.D. Dalam sambutannya, Ia menegaskan pentingnya forum ilmiah seperti NCME sebagai ruang bertukar gagasan dan inovasi. Ia juga berharap agar seminar nasional ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai kontribusi nyata dalam membangun pendidikan musik yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi tetap berakar kuat pada identitas budaya bangsa.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang akademik dan praktisi musik, yaitu Prof. Dr. Suroso, M.Pd. (Universitas Negeri Yogyakarta) dengan materi Pendidikan Musik, Budaya dan Teknologi; Dr. Irfanda Rizki Harmono Sejati, S.Sn., M.A. (Universitas Negeri Semarang) yang membahas Transformasi Pendidikan Musik Berbasis Teknologi untuk Memperkuat Identitas Budaya di Indonesia dengan mengangkat konsep dan ide Max Mathews; Abraham Satya Graha, Ph.D (IAKN Kupang) yang memaparkan tentang Aransemen Paduan Suara Anak dengan Teknik Kontrapungtal; serta Farah Rachel Simboh (GMIT Marturia Oesapa Selatan dan mahasiswa PMG semester 6) yang membawakan materi Transformasi Pendidikan Musik melalui Integrasi Budaya Lokal dan Akselerasi Teknologi Digital.

Melalui pemaparan materi yang beragam, seminar ini menjadi ruang dialogis yang produktif untuk mempertemukan perspektif akademis, praktik bermusik, serta kearifan budaya lokal, khususnya dari Nusa Tenggara Timur. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa pendidikan musik memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan inspirasi bagi mahasiswa dan praktisi musik untuk terus berinovasi dalam menciptakan model pembelajaran musik yang kreatif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Integrasi antara nilai budaya dan teknologi menjadi kunci dalam menghadirkan pendidikan musik yang tidak hanya modern, tetapi juga bermakna.

3rd NCME 2026 menjadi bukti nyata komitmen IAKN Kupang, khususnya Prodi Pendidikan Musik Gereja, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperkuat posisi pendidikan musik di Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan kemampuan adaptasi terhadap kemajuan teknologi.*

Penulis: Agnes & Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh
Foto: Istimewa

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media