IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melaksanakan ibadah pengutusan bagi delapan dosen yang akan melanjutkan studi program doktoral (S3), Rabu, 29 Juli 2026. Ibadah ini menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik para dosen yang diharapkan memperkuat mutu pengajaran dan penelitian institusi, serta berdampak jangka panjang pada peningkatan kualitas pendidikan Kristen di Nusa Tenggara Timur. Bagi para dosen yang diutus, momen tersebut bukan sekadar pelepasan administratif, melainkan keberangkatan yang dibingkai doa dan tanggung jawab bersama seluruh komunitas kampus.
Ibadah pengutusan dipimpin oleh Pdt. Abraham Satyagraha, Ph.D. Dalam renungannya, ia mengambil dua bagian firman, yaitu Efesus 2:10 serta 2 Timotius 3:16-17. Melalui kedua teks tersebut, ia menekankan bahwa setiap orang diciptakan untuk pekerjaan baik yang telah dipersiapkan sebelumnya, dan bahwa firman Allah menjadi dasar yang memperlengkapi manusia untuk setiap perbuatan baik. Studi lanjut, dalam kerangka itu, dipahami sebagai bagian dari panggilan pelayanan, bukan semata pencapaian pribadi.
Delapan dosen yang diutus dalam ibadah tersebut adalah Ferdinand Alexander, M.Pd.K.; Iren Pellokila, M.Pd.K.; Merita Naisanu, M.Si.; Erly Malelak, M.Pd.; Maria Sesfao, M.Pd.K.; Leryani Manuain, M.Si.; Devi Sheldena, M.Psi.; dan Joris Taneo, M.Pd.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., dalam arahannya meminta para dosen mempertahankan semangat juang selama menempuh studi. Ia juga menegaskan pentingnya kepekaan sosial yang tinggi, agar proses akademik yang dijalani tetap terhubung dengan persoalan nyata masyarakat.
Rektor selanjutnya mengajak para dosen membangun lima kesadaran sebagai kerangka sikap selama studi. Kelima kesadaran tersebut meliputi kesadaran pada tugas dan tanggung jawab; kesadaran pada komunitas yang baru; kesadaran akan peran serta dalam pembentukan kapasitas diri; kesadaran pada realitas, kekuatan, dan tantangan; serta kesadaran akan apresiasi dan rekognisi.
Selain itu, Rektor mendorong para dosen mengoptimalkan lima kekuatan, yaitu kekuatan pada value, kekuatan pada regulasi, kekuatan pada eksistensi dan konsistensi, kekuatan pada aksi–evaluasi–refleksi, serta kekuatan pada ekspektasi dan promosi. Kelima hal ini disampaikan sebagai instrumen praktis agar studi lanjut berjalan terarah dan selesai sesuai waktu yang direncanakan.
Studi lanjut delapan dosen ini merupakan bagian dari upaya IAKN Kupang meningkatkan kualifikasi akademik tenaga pendidik. Penambahan jumlah dosen berkualifikasi doktor diharapkan memperkuat kapasitas program studi, memperluas produktivitas riset, serta menopang pengembangan kelembagaan pada tahun-tahun berikutnya.
Ibadah pengutusan berlangsung dalam suasana sukacita dan diakhiri dengan doa bersama bagi para dosen yang akan segera memulai perkuliahan di kampus masing-masing.
Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh


