IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melaksanakan Pembukaan dan Pengutusan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 pada (14/09/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman akademik dalam kehidupan nyata sekaligus mengembangkan potensi diri agar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat kelembagaan IAKN Kupang.
Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Aksamina F.B. Banik-Selly, S.Th Dalam khotbahnya, disampaikan pesan dengan tema “Berkhidmat tetapi juga Beriman dalam Mengembangkan Potensi dan Menjadikan Diri Berdampak.” Pesan tersebut menjadi penguatan spiritual bagi mahasiswa sebelum menjalankan tugas PPL dan PKL di berbagai lokasi penempatan. Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Donal J. J. Biaf, M.Pd., selaku Ketua Panitia PPL, yang mewakili panitia PPL dan PKL. Dalam sambutannya, Donal menyampaikan kesiapan pelaksanaan kegiatan sekaligus memaparkan cakupan PPL dan PKL Tahun 2026.
Pelaksanaan PPL Tahun 2026 ditempatkan pada 135 satuan pendidikan negeri dan swasta, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP/SMPTK, hingga SMA/SMK/SMAK/SMTK. Sebanyak 135 sekolah tersebut tersebar di Kota Kupang sebanyak 81 sekolah, Kabupaten Kupang 32 sekolah, Kabupaten Timor Tengah Selatan 20 sekolah, dan Kabupaten Rote Ndao 2 sekolah. Sementara itu, pelaksanaan PKL ditempatkan pada 37 instansi atau lokasi mitra yang tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Alor, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Flores Timur. PPL Tahun 2026 diikuti oleh 803 mahasiswa dari enam program studi, yakni 295 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK), 174 mahasiswa Pendidikan Kristen Anak Usia Dini (PKAUD), 124 mahasiswa Manajemen Pendidikan Kristen (MPK), 143 mahasiswa Bimbingan dan Konseling Kristen (BKK), 23 mahasiswa Pendidikan Seni Keagamaan (PSA), dan 44 mahasiswa Pendidikan Musik Gereja (PMG).
Mahasiswa PPL akan mendapatkan pendampingan dari 106 Dosen Pendamping Lapangan (DPL) serta bekerja sama dengan guru pamong dan pihak sekolah. Sementara itu, 196 mahasiswa mengikuti PKL dan ditempatkan pada 37 instansi atau lokasi mitra dengan pendampingan 40 dosen yang bertugas memberikan bimbingan, monitoring, dan evaluasi. Dengan demikian, secara keseluruhan 999 mahasiswa IAKN Kupang terlibat dalam pelaksanaan PPL dan PKL Tahun 2026. Dalam pelaksanaan PKL, Melly Putriyani Dethan, M.Th., bertindak sebagai Ketua Panitia PKL.
Selanjutnya, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka dan mengutus mahasiswa untuk melaksanakan PPL dan PKL Tahun 2026. Dalam arahannya, Rektor mengingatkan mahasiswa bahwa pengalaman yang telah diperoleh melalui pembelajaran di kelas maupun berbagai kegiatan kolaboratif di luar kelas harus menjadi modal untuk membangun tanggung jawab ketika hadir di tengah masyarakat. Berbagai tantangan, mulai dari beban akademik, persoalan ekonomi hingga pergumulan kehidupan, harus dihadapi dengan integritas, karakter, dan nilai hidup yang baik.
Rektor menegaskan bahwa mahasiswa merupakan pejuang yang harus memperjuangkan hal-hal baik dan memberikan dampak, termasuk bagi penguatan kelembagaan IAKN Kupang. Karena itu, integritas dan kepatuhan terhadap kode etik menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Ia mengingatkan kembali pengalaman empat mahasiswa yang sebelumnya ditarik dari KKN dan dinyatakan gagal karena pelanggaran kode etik sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang. Mahasiswa, menurut Rektor, merupakan representasi IAKN Kupang di tengah masyarakat. Karena itu, setiap mahasiswa harus turut menjaga wibawa dan martabat almamater. Dosen pendamping dan panitia juga diminta aktif memantau mahasiswa, termasuk membuka kanal komunikasi dan pengaduan melalui grup WhatsApp agar setiap persoalan di lapangan dapat segera ditangani.
Rektor juga menyampaikan perhatian terhadap mahasiswa yang terdampak bencana di Flores Timur. IAKN Kupang menyiapkan dua tim yang akan didampingi dua DPL untuk memberikan dukungan kemanusiaan sekaligus memastikan mahasiswa terdampak mendapatkan perhatian. Mahasiswa yang mengalami dampak bencana dan membutuhkan kemudahan juga dapat mengajukan permohonan penangguhan registrasi kepada Rektor. Di akhir arahannya, Rektor menekankan dua kemampuan penting yang perlu dimiliki mahasiswa untuk menjadi pribadi yang hebat, yakni adaptasi dan aktualisasi. Adaptasi berarti peka membaca situasi dan mampu hadir sesuai kebutuhan, sedangkan aktualisasi berarti menghidupkan pengetahuan dan pemahaman melalui karya nyata.
Rektor menegaskan bahwa menjadi hebat bukan sekadar tentang pencapaian diri, tetapi tentang untuk siapa kehebatan itu diperjuangkan. Kesadaran terhadap keterbatasan, kejujuran, kerendahan hati, serta kemauan memperjuangkan orang lain menjadi bagian penting dalam membangun pribadi yang benar-benar berdampak. “Berdampaklah,” menjadi pesan Rektor kepada mahasiswa yang akan menjalankan PPL dan PKL di berbagai lokasi.
Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang berharap 999 mahasiswa mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, mengembangkan potensi, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan almamater. PPL dan PKL Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkhidmat, beriman, mengembangkan kompetensi, dan menjadi pribadi yang berdampak.
Penulis : Philby Tafuakan
Foto: Fredy Duka & Kenneth
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

