Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, KH. Faried F. Saenong, M.A., Ph.D., mengajak sivitas akademika Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menjadikan ekoteologi sebagai gaya hidup. Ajakan itu ia sampaikan saat menjadi keynote speaker pada hari pertama Workshop dan Expo Moderasi Beragama, Selasa (27/10/2026), di kampus IAKN Kupang dengan moderator Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd. Menurutnya, kekayaan bumi perlu dimanfaatkan sebatas kebutuhan agar generasi penerus tetap dapat menikmati keindahan alam.

Dalam sesi keynote bertajuk “Moderasi Beragama, Ekoteologi, dan Cinta Sesama: Arah Kebijakan Kementerian Agama dan Peran Strategis Perguruan Tinggi”, Faried mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan LPPM IAKN Kupang melalui Pusat Moderasi Beragama ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai salah satu wujud implementasi Asta Protas, yaitu delapan program prioritas Kementerian Agama RI.
Faried menjelaskan bahwa Asta Cita Presiden RI diterjemahkan oleh Kementerian Agama melalui Asta Protas. Moderasi beragama, katanya, menjadi salah satu perhatian utama Kementerian Agama, dan Asta Protas juga dirangkum dalam kemasan ekoteologi.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang perlu menyadari dirinya sebagai bagian integral dari warga dunia. Kesadaran itu, menurutnya, harus disertai cara pandang untuk maju bersama serta cara pandang yang benar, baik, dan mendalam dalam beragama.

Dalam pemaparannya tentang ekoteologi, Faried menegaskan bahwa manusia tidak boleh mengeksploitasi makhluk hidup atau ciptaan lain hanya karena merasa lebih mulia. Ia juga mengingatkan agar bumi tidak dieksploitasi untuk kepentingan manusia semata. Kekayaan bumi, ujarnya, hendaknya dimanfaatkan pada tingkat kebutuhan.

Menurut Faried, manusia adalah makhluk Tuhan yang mulia sekaligus wakil Tuhan untuk menjaga bumi. Karena generasi penerus memiliki hak yang sama untuk menikmati keindahan alam, ia mengingatkan agar generasi saat ini tidak mewariskan bumi yang rusak.
Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan ekoteologi sebagai gaya hidup sehari-hari. Di akhir pemaparannya, Faried mengajak sivitas akademika IAKN Kupang untuk saling menyayangi satu sama lain serta menyayangi ciptaan Tuhan lainnya.

Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media