Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag) — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu (17/08/2025) . Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat yang menegaskan pentingnya menghidupi tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Dalam pengantarnya, Rektor menekankan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan kompas moral perguruan tinggi untuk menguatkan kebersamaan lintas suku, agama, dan budaya; menegakkan kedaulatan intelektual dan marwah bangsa; serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat melalui karya nyata pendidikan, riset, dan pengabdian.

Dalam amanatnya, Rektor memaknai kata “Bersatu” sebagai sumber kekuatan bangsa yang lahir dari kolaborasi dan saling percaya; “Berdaulat” sebagai tekad berdiri tegak, tidak mudah diintervensi, dan percaya pada kemampuan sendiri—termasuk kemandirian dalam produksi pengetahuan dan inovasi; serta “Rakyat Sejahtera” sebagai tujuan akhir kemerdekaan yang harus terasa di ruang belajar, laboratorium, dan tengah masyarakat. “Kampus harus menjadi rumah ilmu yang memupuk karakter dan kompetensi, sekaligus jembatan kesejahteraan bagi publik,” tegasnya.

Rektor kemudian mengaitkan amanat kemerdekaan dengan arah kebijakan Kementerian Agama RI melalui Asta Protas, yang menekankan penguatan moderasi beragama, transformasi digital, peningkatan mutu layanan, dan tata kelola yang bersih dan transparan. Ia menegaskan bahwa IAKN Kupang meresponsnya secara operasional lewat tiga program prioritas rektorat: mentality building (membentuk mentalitas jujur, disiplin, tangguh, dan berkarakter), capacity building (meningkatkan kompetensi dosen, tendik, dan mahasiswa agar adaptif di era digital dan kompetitif secara global), serta identity building (meneguhkan jati diri kampus yang moderat, modern, harmonis, serta berakar pada kearifan lokal Nusa Tenggara Timur). “Ketiganya adalah instrumen nyata untuk menerjemahkan kemerdekaan ke dalam kualitas lulusan, mutu riset, dan dampak pengabdian,” ujarnya.

Di hadapan civitas akademika, Rektor juga mengingatkan agar seluruh insan kampus menjaga iklim akademik yang inklusif dan beradab, serta tidak memberi ruang pada polarisasi identitas. Ia menutup amanat dengan seruan persatuan dan integritas: “Kemerdekaan yang kita miliki jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus mengakar kuat menjadi citra diri. Mari hilangkan isu-isu SARA yang digunakan untuk memecah persaudaraan kita.” Rangkaian upacara berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi IAKN Kupang untuk melipatgandakan kontribusi bagi bangsa melalui pendidikan yang memerdekakan, inovasi yang berdampak, dan pelayanan yang menyejahterakan.*

Penulis: Merling Messakh
Foto : Fredy Duka
Administratora: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media