Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Benang-benang yang dirajut menjadi sehelai kain tenun bukan sekadar menghasilkan karya seni, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Filosofi inilah yang menjadi semangat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang dalam menyelenggarakan Pelatihan Tenun bertajuk “Dari Tradisi ke Dunia” pada 25–26 Juni 2026 di Kampus IAKN Kupang.

Melalui kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Mentalitas Kampus yang Adaptif terhadap Globalisasi melalui Pelestarian dan Internasionalisasi Tenun Lokal”, FKIPK mengajak mahasiswa dan dosen untuk melihat tenun bukan hanya sebagai warisan budaya, melainkan juga sebagai sumber inspirasi dalam membangun karakter, kreativitas, dan daya saing di era global.

Sebagai bagian dari penguatan kemitraan, FKIPK IAKN Kupang turut menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Rumah Tenun Ina Ndao. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mengembangkan pendidikan berbasis budaya lokal sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam bidang pelatihan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan industri kreatif.

Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Manajemen Pendidikan Kristen, Bimbingan dan Konseling Kristen, Pendidikan Penyuluh Agama, serta Pendidikan Seni Keagamaan mengikuti pelatihan dengan antusias.

Selama dua hari, peserta memperoleh pembelajaran langsung dari pemilik Rumah Tenun Ina Ndao, Dorce Lussi dan Marista Lussi. Mereka tidak hanya memperkenalkan teknik dasar menenun, tetapi juga membagikan pengalaman dalam mempertahankan eksistensi tenun sebagai identitas budaya yang mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif.

Hari pertama diisi dengan pemaparan mengenai kebijakan pelestarian budaya, makna filosofis berbagai motif tenun Nusa Tenggara Timur, serta peluang pengembangan produk tenun agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional. Peserta diajak memahami bahwa setiap motif mengandung cerita, nilai kehidupan, dan identitas masyarakat yang perlu terus dijaga.

Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan praktik dasar menenun. Para peserta mencoba secara langsung proses merangkai benang hingga membentuk pola tenun. Selain itu, mereka juga mendapatkan materi mengenai digital branding dan strategi pemasaran berbasis platform digital sebagai bekal untuk memperluas promosi produk tenun di era transformasi digital.

Dekan FKIPK IAKN Kupang, Delsylia T. Ufi, M.Si., mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi pendidikan yang menghubungkan kearifan lokal dengan pembentukan karakter mahasiswa.

“Di balik setiap anyaman tenun, tersimpan pelajaran tentang kesabaran, ketelitian, dan ketangguhan. Pelatihan ini bukan hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membentuk mentalitas mahasiswa agar siap menghadapi tantangan dengan tekun, disiplin, dan penuh semangat. Sebab, kesuksesan selalu lahir dari proses yang dijalani dengan hati yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kampus memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya lokal agar tetap relevan di tengah arus globalisasi. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga bangga terhadap identitas budayanya.

Melalui kerja sama dengan Rumah Tenun Ina Ndao, FKIPK berkomitmen mengembangkan berbagai program lanjutan, seperti pelatihan kewirausahaan berbasis budaya, pendampingan digital branding, penguatan kreativitas mahasiswa, hingga pembentukan ekosistem bisnis kreatif yang berakar pada potensi lokal.

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan memadukan pendidikan, pelestarian budaya, dan inovasi, FKIPK IAKN Kupang terus menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter serta membuka peluang bagi tenun Nusa Tenggara Timur untuk semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis: Merling Messakh
Foto: Kenneth
Administrator: Yermi Solukh

#iaknkupang
#kemenagRI
#ItjenkemenagRI

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media