Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag) — Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang) kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia akademik dengan menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Kolaborasi Agama dan Budaya: Strategi Penyuluhan untuk Membentuk Karakter Bangsa Berlandaskan Asta Cita sebagai Landasan Peradaban”, Rabu (1/10/2025), secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan ilmiah ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I IAKN Kupang, Maryon D. Pattinaja, Ph.D, mewakili Rektor IAKN Kupang. Dalam sambutannya, WR 1 menegaskan bahwa peradaban bangsa yang maju dan bermartabat tidak hanya bertumpu pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada kekuatan nilai-nilai spiritual dan kebudayaan yang membentuk karakter manusia Indonesia.

“Agama memberi arah moral dan spiritual, sementara budaya menjadi cermin identitas bangsa. Kolaborasi antara keduanya menghadirkan strategi penyuluhan yang tidak hanya mendidik pikiran, tetapi juga membentuk hati dan karakter,” ungkap Pattinaja dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi agama dan budaya selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Asta Protas Kementerian Agama RI, yang menekankan moderasi beragama, penguatan literasi keagamaan, dan transformasi digital dalam pelayanan publik. “Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi gaya hidup beriman yang menghormati perbedaan dan memuliakan kemanusiaan,” lanjutnya.

Dalam konteks akademik, WR 1 menyoroti tiga prioritas strategis yang menjadi fokus Rektor IAKN Kupang, yakni Mentality Building, Capacity Building, dan Identity Building. Tiga pilar ini diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang memiliki integritas, kompetensi, dan identitas kebangsaan yang kuat di tengah tantangan globalisasi.

GAGASAN AKADAMEK DAN TEOLOGIS DARI PARA NARASUMBER
Seminar nasional ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif:
Dicky Sofjan, M.A., MPP., Ph.D (Universitas Gadjah Mada) dengan Materi “Internalisasi Nilai-nilai Asta Cita dalam Penyuluhan Agama untuk Pembentukan Mentalitas Bangsa yang Religius dan Beretika”;
Kurniawati Aseleo, M.Pd.K (IAKN Kupang) dengan materi “Agama, Budaya dan Asta Cita: Kolaborasi Penyuluh dalam Merajut Karakter Bangsa” dan
Sindi Junarci Foes (mahasiswa Prodi Pendidikan Penyuluh Agama IAKN Kupang) dengan materi “Gerakan Inovatif Mahasiswa: Menyemai Asta Cita untuk Mentalitas Bangsa Progresif.”

Diskusi akademik dipandu secara interaktif oleh tiga moderator yang juga dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Penyuluh Agama, yakni Merling T. L.L.C. Messakh, M.Pd, Delsylia T. Ufi, M.Si, dan Reni Rambu Karepati (mahasiswa).

Dalam pemaparannya, Dr. Dicky Sofjan mengajak peserta memahami perbedaan antara learning religion (belajar agama) dan learning about religion (belajar tentang agama).

“Belajar agama berarti menghayati iman melalui pengalaman spiritual dan praktik religius. Sementara belajar tentang agama menuntut pemahaman kritis dari sisi sosial, historis, dan budaya,” jelasnya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara keduanya akan melahirkan penyuluh agama yang reflektif, kritis, namun tetap berakar pada spiritualitasnya.
“Tantangan kita hari ini adalah menghadirkan penyuluhan yang tidak dogmatis, tetapi dialogis dan kontekstual, agar nilai-nilai agama benar-benar menjadi kekuatan pembentuk karakter bangsa,” tambah Dicky menegaskan.

Sementara itu, Kurniawati Aseleo, M.Pd.K, menyoroti pentingnya pendekatan budaya lokal dalam strategi penyuluhan agama. Menurutnya, budaya merupakan pintu masuk yang efektif dalam menyampaikan pesan moral dan spiritual di tengah masyarakat majemuk.
Sedangkan Sindi Junarci Foes, sebagai narasumber mahasiswa, menampilkan perspektif generasi muda tentang pentingnya kolaborasi lintas budaya dan agama untuk memperkuat karakter bangsa di era digital.

PESERTA DARI BERBAGAI DAERAH DAN INSTITUSI
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai instansi dan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, di antaranya:
IAKN Kupang, IAKN Tarutung, IAKN Palangka Raya, Universitas Negeri Medan, Politeknik Negeri Kupang, STT Berea Salatiga, STT Mawar Saron Lampung, STKIP Nusa Timor, dan Institut Injil Indonesia.
Turut berpartisipasi juga perwakilan Kantor Kementerian Agama dari berbagai kabupaten seperti Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Manggarai, Malaka, Lembata, Kupang, Rote Ndao, Sikka, Mamasa, Halmahera Barat, Raja Ampat, dan Mamberamo Tengah, serta perwakilan sekolah seperti SD Inpres Oetfo, SD GMIT Putain 1, dan SMTK Negeri Soe.

APRESIASI AKADEMIK: BEST QUESTION AWARDS DAN BEST PARTICIPANT
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi aktif peserta, panitia seminar memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dalam dua kategori, yakni Best Question Awards dan Best Participant.
Berikut daftar penerimanya:

🏅 Best Question Awards:
Febe Apriani Dubu
Gustaf, S.Pd.K
Sylvester Paulus Selly, S.Th
Rut Rambu Doru, S.Th
Nimus Giri
Darlian
Maria Magdalena Djami, S.Th
Handayani Telaumbanua, S.Th
Yeti Bobu Arulinna

🏅 Best Participant:
Sylvester Paulus Selly, S.Th
Arni Mangi, S.Th
Jessica Lay

Penghargaan ini menjadi simbol semangat akademik dan dedikasi tinggi peserta dalam menggali gagasan baru seputar penyuluhan agama berbasis kolaborasi lintas nilai dan budaya.

LUARAN ILMIAH DAN HARAPAN KE DEPAN
Sebagai tindak lanjut, luaran dari seminar ini akan dituangkan dalam bentuk Book Chapter, yang memuat hasil penelitian, refleksi teologis, dan inovasi penyuluhan agama berbasis kearifan budaya lokal. Buku ini diharapkan menjadi referensi ilmiah yang memperkaya khazanah literasi keagamaan di Indonesia.

Menutup kegiatan, WR 1 menyampaikan pantun yang penuh makna:

Pergi ke Rote membeli tenun ikat,
Singgah sejenak di pantai Nembrala,
Agama dan budaya berpadu erat,
Membentuk bangsa yang berkarakter mulia.

Dengan semangat akademik yang tinggi dan kolaborasi yang erat, Prodi Pendidikan Penyuluh Agama IAKN Kupang menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan penyuluh agama yang berwawasan luas, beretika, dan berakar pada nilai iman serta budaya bangsa.

Kegiatan semnas ini ditutup oleh Wakil Dekan 1 FKIPK, Glorius D. Keo, M.Si.*

Penulis & Foto: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media