Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui Pusat Moderasi Beragama LPPM membuka Workshop dan Expo Moderasi Beragama pada Selasa (27/10/2026) di kampus IAKN Kupang. Kegiatan yang berlangsung sampai 28 Oktober 2026 ini diikuti 100 peserta dan bertujuan memperkuat pemahaman sivitas akademika tentang moderasi beragama, ekoteologi, dan cinta sesama. Selain menghasilkan relawan moderasi beragama dan ekoteologi, kegiatan ini juga akan menghasilkan buku berisi pemikiran tentang upaya merajut moderasi beragama, ekoteologi, dan cinta sesama, serta menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan karya dan berbagi praktik baik yang telah mereka lakukan.

Kegiatan bertema “Merajut Moderasi Beragama, Ekoteologi, dan Cinta Sesama” ini dihadiri pimpinan, sivitas akademika, dan undangan. Hadir sebagai narasumber Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, KH. Faried F. Saenong, M.A., Ph.D., serta Kepala Balai Diklat Keagamaan Denpasar, Dr. H. Saprillah, M.Si. Kegiatan ini juga didampingi dua Instruktur Nasional Moderasi Beragama, yakni apt. Alwiyah Nur Syarif, S.Farm., M.Si., dan Prof. Dr. Mufliha Wijayati, M.Si.

Ketua Panitia, Kaleb Lelo, M.Pd.K., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen IAKN Kupang dalam membangun kehidupan kampus yang rukun, inklusif, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan. Menurutnya, workshop dan expo ini diharapkan membantu sivitas akademika mengaktualisasikan nilai-nilai moderasi beragama, ekoteologis, dan cinta kemanusiaan.
Kaleb menjelaskan, kegiatan ini menargetkan sejumlah luaran. Peserta diharapkan menjadi relawan moderasi beragama dan ekoteologi. Selain itu, kegiatan ini akan menghasilkan sebuah buku yang memuat gagasan dan pemikiran tentang merajut moderasi beragama, ekoteologi, dan cinta sesama. Selama kegiatan, sejumlah booth juga disiapkan untuk memamerkan berbagai karya.

Wakil Rektor I IAKN Kupang, Maryon Pattinaja, Ph.D., yang membuka kegiatan mewakili Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyebut kehadiran Staf Khusus Menteri Agama sebagai anugerah dan energi bagi IAKN Kupang untuk terus mengupayakan moderasi beragama, ekoteologi, dan cinta sesama sebagai gaya hidup kampus.

Ia menjelaskan, kegiatan ini lahir dari kesadaran bahwa kemajemukan bangsa Indonesia adalah anugerah sekaligus tantangan. Di sisi lain, masyarakat saat ini juga menghadapi krisis ekologis dan hidup di tengah kehidupan sosial yang memiliki potensi konflik.
“Kita harus menjaga agar tidak ada ujaran kebencian berbasis agama. Kita harus merawat kehidupan dengan nilai-nilai moderasi, ekoteologis, dan kasih terhadap sesama,” ujarnya.

Maryon menegaskan bahwa sivitas akademika IAKN Kupang harus menjadi duta kasih dan moderasi di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mewadahi mahasiswa untuk berbagi praktik baik terkait moderasi beragama yang telah mereka lakukan.
Menurutnya, semangat moderasi tumbuh melalui perjumpaan yang terus-menerus. “Perjumpaan demi perjumpaan harus terus kita kondisikan sehingga membentuk semangat moderasi kita. Mari kita rawat kehidupan, lingkungan, dan peduli terhadap sesama,” katanya.

Workshop dan Expo Moderasi Beragama akan berlanjut sampai Rabu (28/10/2026) dengan rangkaian sesi materi bersama narasumber dan instruktur, pameran karya di booth yang telah disiapkan, serta berbagai kegiatan lainnya.

Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media