IAKN Kupang (Kemenag RI) – Semangat Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” terasa istimewa di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Dalam Ibadah Awal Pekan yang berlangsung pada Senin (27/7/2026), kampus tidak hanya dihadiri oleh sivitas akademika, tetapi juga menerima kehadiran siswa-siswi Excellent Spirit Christian School (ESCS) dan SMAN 4 Kupang yang turut beribadah bersama.
Kehadiran para pelajar tersebut menghadirkan nuansa berbeda sekaligus menjadi simbol kepedulian IAKN Kupang terhadap pembinaan generasi muda. Momentum ini selaras dengan semangat Hari Anak Nasional yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengasihi, melindungi, dan mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus yang berkarakter, cerdas, dan berintegritas.
Ibadah pagi dilayani oleh Program Studi Musik Gereja, Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK), melalui pelayanan liturgi dan pujian yang mengantar seluruh jemaat memasuki pekan baru dengan penuh sukacita dan pengharapan.
Firman Tuhan disampaikan oleh Dr. Fenetson Pairikas, M.Pd.K., berdasarkan Markus 10:13–16 dengan tema “Yesus Menghargai Anak-anak sebagai Pribadi yang Berharga di Hadapan Allah.” Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh peserta ibadah untuk belajar dari keteladanan anak-anak yang memiliki hati tulus, rendah hati, serta percaya sepenuhnya kepada Tuhan.
“Yesus tidak hanya menerima anak-anak, tetapi juga menempatkan mereka sebagai teladan bagi setiap orang yang ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah. Karena itu, kita dipanggil untuk memiliki hati yang sederhana, penuh iman, dan tidak menghalangi siapa pun datang kepada Tuhan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa teguran Yesus kepada murid-murid yang menghalangi anak-anak datang kepada-Nya menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki nilai yang sama di hadapan Allah. Kasih, penerimaan, dan perhatian kepada anak-anak merupakan tanggung jawab bersama, termasuk lembaga pendidikan, keluarga, gereja, dan masyarakat.
Momentum Hari Anak Nasional semakin terasa ketika Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyampaikan arahan di akhir ibadah. Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum membangun lingkungan yang ramah anak, penuh kasih, dan memberi ruang bagi setiap generasi muda untuk bertumbuh.
“Kita semua bisa menjadi bagian dari keindahan bersama. Kehadiran anak-anak dan para pelajar di tengah kita hari ini mengingatkan bahwa masa depan bangsa sedang dipersiapkan. Mari kita menjadi pribadi yang menghadirkan kasih, teladan, dan ruang belajar yang membangun bagi mereka,” ujar Rektor.
Suasana ibadah semakin bermakna ketika salah seorang remaja yang hadir diberi kesempatan untuk membacakan kembali poin-poin penting arahan Rektor mengenai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Momen tersebut menjadi simbol bahwa suara generasi muda perlu didengar dan dilibatkan dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif serta berorientasi pada masa depan.
Bagi IAKN Kupang, Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui pembentukan karakter, spiritualitas, dan kepedulian terhadap generasi muda. Semangat Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pelindung, pendidik, dan teladan bagi anak-anak Indonesia.
Melalui ibadah awal pekan yang sarat makna ini, IAKN Kupang kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap martabat anak, serta tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Penulis: Philby Tafuakan dan Merling Messakh
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh


