Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menegaskan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kinerja dan Anggaran Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) Tahun 2026 yang digelar di ruang rapat kantor Ditjen Bimas Kristen, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Forum strategis ini menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi capaian, menata anggaran, sekaligus menyelaraskan strategi demi layanan pendidikan yang semakin bermutu dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd., menekankan pentingnya komitmen terhadap Perjanjian Kinerja (Perkin), penguatan koordinasi antar-PTKKN, serta evaluasi pelaksanaan Seleksi Nasional (Selnas) penerimaan mahasiswa baru.

Dalam arahannya, Dirjen menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat program prioritas PTKKN. Seluruh kampus didorong untuk terus berinovasi, memperluas kolaborasi, serta mengembangkan program berdampak, termasuk menjadi revenue generator bagi kelembagaan. Peningkatan mutu, menurutnya, tetap menjadi fokus utama yang harus dikerjakan secara konsisten.

Merespons arahan tersebut, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., memaparkan sejumlah capaian kinerja IAKN Kupang pada sasaran program yang ada, khususnya untuk Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2026.

Penerimaan Mahasiswa Baru Berjalan Positif
Rektor menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa baru (PMB) IAKN Kupang berjalan positif dan diproyeksikan mencapai target yang ditetapkan. Hingga Triwulan II, sebanyak 1.041 calon mahasiswa telah mendaftarkan diri dan gelombang mandiri ke-III masih berlangsung serta dijadwalkan tutup pada 31 Juli 2026. Rektor mengapresiasi kerja solid panitia bersama seluruh pimpinan unit, fakultas, dan pascasarjana, serta mahasiswa yang menjadi bagian dari tim besar penyelenggaraan PMB.

Budaya Mutu dan Penjaminan Mutu yang Menguat
Pada sasaran peningkatan mutu, IAKN Kupang mencatat capaian membanggakan melalui terakreditasinya institusi dan tiga program studi dengan predikat “Baik Sekali”. Proses Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Audit Mutu Internal (AMI) berjalan berkelanjutan sehingga menghasilkan pengendalian dan peningkatan layanan akademik maupun non-akademik. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kini diperkuat oleh 16 Auditor Mutu Internal bersertifikat yang secara berkelanjutan mendampingi penjaminan mutu di setiap unit. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) juga semakin menegaskan peran sentralnya dalam mempersiapkan pencapaian akreditasi unggul, baik untuk program studi maupun institusi.

Lulusan yang Bersaing dan Bersanding
Dalam sasaran mutu dan daya saing lulusan, IAKN Kupang melaksanakan pelacakan lulusan berbasis SIAKAD serta memperkuat peran serta alumni melalui ikatan alumni. Keterserapan lulusan di dunia kerja terus dipastikan seiring pengembangan kurikulum kelembagaan. Serapan tertinggi masih berada di instansi pendidikan, dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, sebagai guru, tenaga kependidikan, maupun dosen di berbagai perguruan tinggi. Semakin banyak pula lulusan yang berkiprah di pemerintahan daerah dan provinsi, di bidang seni, penulisan, pelatihan musik dan paduan suara, pelayanan gereja, lembaga kursus, hingga UMKM berbasis kearifan lokal. Potret lulusan IAKN Kupang, menurut Rektor, kini semakin bersaing sekaligus bersanding dalam beragam kemitraan strategis.

Dosen dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas
IAKN Kupang juga konsisten menghasilkan dosen berkualitas. Hingga Triwulan II 2026, tercatat penambahan empat dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala, sehingga total kini berjumlah delapan orang, sebuah sejarah baru bagi IAKN Kupang. Beberapa dosen yang telah eligibel akan kembali diusulkan pada Triwulan III dan IV, sementara persiapan pemenuhan target Guru Besar terus diakselerasi melalui pendampingan tim.
Peningkatan kompetensi dosen tampak dari beragam sertifikasi yang diraih, mulai dari Auditor Mutu, Auditor SPI, PPSPM, PPK, Manajemen Risiko, hingga Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Pada awal Triwulan III, IAKN Kupang mengutus delapan dosen untuk menempuh studi doktoral di kampus-kampus berkualitas di dalam dan luar negeri, antara lain di Inggris, Korea, Belgia, UGM, dan di dalam negeri seperti di Universitas Negeri Malang, Undiksha, dan IAKN Ambon melalui beasiswa LPDP maupun Direktorat Jenderal Bimas Kristen.

Kinerja tridarma dosen turut menguat. Penelitian meningkat baik jumlah maupun kualitas, sementara pengabdian kepada masyarakat (PkM) reguler dan mandiri semakin berdampak, khususnya melalui program ekoteologi dan pengentasan kemiskinan. Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dibimbing para dosen. Pada tahun 2026, sebanyak 1.028 mahasiswa dikerahkan hingga memberdayakan 137 desa di lima kabupaten/kota di NTT, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Kupang.

Kampus Inklusif dan Ramah Mahasiswa
Pada sasaran indeks keberagamaan mahasiswa, IAKN Kupang menempatkannya sebagai prioritas melalui pembangunan mentalitas kelembagaan. Kampus diberdayakan menjadi ruang yang inklusif dan ramah mahasiswa, dengan Satgas Mentality Building sebagai wadah pencegahan dan penanganan perilaku kekerasan, intoleransi, diskriminasi, dan ketidakjujuran. Pembangunan taman-taman kampus sebagai ruang kolaborasi turut memperkuat sosialisasi mahasiswa dan pengembangan karakter. Berdasarkan survei internal dengan instrumen baku terhadap 800 mahasiswa sebagai sampel dari 5.500 mahasiswa, indeks tercatat mencapai 89 persen, capaian yang akan ditindaklanjuti melalui survei nasional bersama pusat.

Tata Kelola yang Akuntabel
Pada sasaran penguatan tata kelola, IAKN Kupang meningkatkan peran SPI sebagai leading sector pengawasan. Didukung empat auditor tersertifikasi, SPI menerapkan pengawasan berjenjang dan berkelanjutan untuk memastikan dimensi kinerja, pengelolaan anggaran, Barang Milik Negara (BMN), dan sumber daya manusia berjalan dengan kualitas, dedikasi, serta akuntabilitas yang terjaga. SPI IAKN Kupang memastikan bahwa pengawasan internal menjadi prioritas untuk menumbuhkembangkan semangat kelembagaan dalam membenahi sistem pengelolaan anggaran, BMN, SDM, dan kinerja, sehingga upaya mewujudkan kampus sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) semakin nyata. Melalui kegiatan pendampingan Inspektorat Kementerian Agama, telah dilakukan langkah-langkah strategis secara bertahap menuju kampus yang WBK dan WBBM. Penetapan Zona Integritas di IAKN Kupang juga menjadi prioritas yang dipertanggungjawabkan secara bersama dan berkelanjutan.

Pada tahun ini, IAKN Kupang juga menempati peringkat 12 dari 60 perguruan tinggi di NTT versi Webometrics. Capaian tersebut menumbuhkan optimisme untuk terus berbenah dan melangkah lebih baik pada tahun-tahun mendatang. Melalui seluruh paparan itu, IAKN Kupang menegaskan kesiapan sekaligus harapannya untuk menjawab arahan Dirjen Bimas Kristen, yaitu menjaga komitmen kinerja, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan dampak yang semakin nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media