IAKN Kupang (Kemenag RI) — Jefri Soli Kabnani,M.Sn, dosen Fakultas Seni Keagamaan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dipercaya menjadi narasumber dan fasilitator dalam program pertukaran DAAD “Creating Cultural Dialogues: Teaching Art and Design in Transcultural Contexts” yang diselenggarakan di Hochschule für Künste (HfK) Bremen, Jerman.
Dalam rangkaian program tersebut, Jefri tampil sebagai narasumber kolokium sekaligus fasilitator workshop dengan materi “Exploring the Body of the Sasando through Fine Art and Miniatures”, bagian dari seri Open Call Workshop: Sound from East Nusa Tenggara yang digagas atas kerja sama ISI Yogyakarta dan HfK Bremen. Workshop dua hari ini berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di kampus HfK Bremen.
Melalui workshop yang dilaksanakan, Jefri mengajak para peserta untuk memahami sasando sebagai alat musik tradisional khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur bukan semata sebagai instrumen musik, melainkan sebagai acoustic body: sebuah sistem struktur, material, dan resonansi yang dapat diterjemahkan ke dalam bentuk visual. “What if sound could be translated into form?” pertanyaan inilah yang menjadi titik berangkat workshop, mengajak peserta melihat hubungan antara bunyi dan wujud fisik instrumen. Dalam pelaksanaannya, Jefri didampingi oleh tiga asisten, yaitu Elaine Steffanny, Anindya Puspita, dan Suvi Wahyudianto.
Keterlibatan Jefri dalam program DAAD ini merupakan bagian dari upaya membangun dialog kebudayaan lintas negara melalui pendidikan seni dan desain dalam konteks transkultural. Program ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan praktisi seni dari Indonesia dan Jerman untuk saling bertukar metode pengajaran seni rupa dan desain, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi musik Nusa Tenggara Timur ke panggung internasional.
Capaian ini sekaligus menegaskan kiprah akademisi Fakultas Seni IAKN Kupang di tingkat global, sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan antara IAKN Kupang, ISI Yogyakarta, dan HfK Bremen dalam bidang riset dan pendidikan seni musik tradisional Indonesia Timur.
Penulis: Agnes Emalisa Bauana
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh


