IAKN Kupang (Kemenag) — Fakultas Seni Keagamaan Kristen (FSKK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali mencuri perhatian publik melalui gelaran “KoMUSIKasi: Music, The Soul’s Language”. Acara yang digelar di Atrium Lippo Plaza Kupang pada Kamis, (19 Juni 2025) ini tak hanya menjadi ajang ekspresi akademik, tetapi juga menjelma sebagai ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan ini disambut antusias dan mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan, mulai dari Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., Kepala LPP RRI Kupang, perwakilan LLDikti Wilayah XV, Ketua Komisi V DPRD NTT, Lurah Naimata, serta para orang tua mahasiswa. Hadirnya para tokoh ini menandakan kuatnya dukungan terhadap IAKN Kupang sebagai perguruan tinggi keagamaan yang terus berinovasi dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan budaya di Nusa Tenggara Timur.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia bahkan mengundang IAKN Kupang untuk turut tampil dalam agenda Pemerintah Kota Kupang mendatang, serta berkomitmen memperkuat kerja sama strategis dengan IAKN. “Saya akan mengunjungi IAKN Kupang secara langsung sebagai bentuk dukungan atas berbagai program kreatif yang telah dijalankan,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT menegaskan bahwa KoMUSIKasi merupakan wujud nyata dari gerakan Ayo Bangun NTT yang terus didorong oleh pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan berbasis budaya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala LPP RRI Kupang, Yuliana Marta Doky, S.Sos., yang menandaskan kesiapan lembaganya untuk mendukung penyiaran dan publikasi kegiatan-kegiatan IAKN Kupang ke depannya. Tak ketinggalan, Lurah Naimata, Hendrikus Banunaek, S.H., M.Hum., memuji acara ini sebagai bentuk pelestarian nilai budaya lokal yang patut diapresiasi dan diteladani.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari metode pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi lintas sektor. “Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam semangat memuliakan Tuhan dan memperkaya kebudayaan NTT,” ujarnya.*
Penulis : Yoel Umbu Runga Riti & Merling Messakh
Foto : Fredy Duka
Administrator : Yermi Solukh



