IAKN Kupang (Kemenag) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang terus memperluas jejaring kerja sama lintas institusi demi mempercepat penguatan kelembagaan. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara IAKN Kupang dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare yang berlangsung di Gedung Rektorat IAIN Parepare, Selasa (23/12/2025).
Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi kedua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) tersebut untuk menyatukan potensi dalam bidang akademik, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya sistematis IAKN Kupang untuk belajar dari keberhasilan kampus lain. Di usianya yang ke-18 tahun, IAKN Kupang tengah berada dalam fase krusial persiapan alih status menjadi universitas.
“Kami terus berbenah dan menargetkan penguatan kelembagaan secara bertahap. Melalui kemitraan ini, kami ingin menyerap pengalaman IAIN Parepare, baik dalam pengelolaan SDM, penguatan kapasitas kelembagaan maupun pengembangan infrastruktur fisik dan nonfisik yang menjadi syarat utama alih bentuk institut ke universitas,” ujar Rektor I Made Suardana.
Ia menambahkan bahwa dukungan dan pendampingan dari perguruan tinggi yang telah memiliki rekam jejak kuat dan akreditasi unggul sangat dibutuhkan supaya target transformasi IAKN Kupang dapat tercapai secara efektif dan berkualitas.
Menanggapi hal tersebut, Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag menyambut hangat inisiatif IAKN Kupang. Menurutnya, di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, kolaborasi merupakan kunci utama untuk mengatasi berbagai keterbatasan.
“Kemitraan antar-PTKN adalah kebutuhan mutlak. Jika SDM kita terbatas, maka kemitraan adalah solusinya. Kerja sama ini tidak hanya sebatas dokumen formal, tetapi harus menyentuh berbagai aspek seperti akademik, kemahasiswaan sampai pemanfaatan tenaga pakar lintas kampus,” tegas Prof. Hannani.
Lebih lanjut, ia berbagi pengalaman mengenai keberhasilan IAIN Parepare dalam meraih akreditasi “Unggul”. Ia menekankan bahwa kunci utama penguatan institusi terletak pada kekompakan kepemimpinan dan komitmen kerja di atas rata-rata.
Penandatanganan MoU ini diharapkan segera diimplementasikan dalam bentuk program kerja nyata yang berdampak langsung pada peningkatan mutu lulusan dan profesionalisme tenaga pendidik. Kedua belah pihak sepakat bahwa penguatan moderasi beragama melalui kerja sama lintas institusi keagamaan juga menjadi poin penting yang terkandung dalam semangat kolaborasi ini.
Pertemuan tersebut ditutup dengan diskusi mengenai langkah-langkah teknis dan strategis pengembangan kapasitas SDM dan kelembagaan kampus.
Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh



