Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang mengawali pekan kerja dengan melaksanakan apel pagi yang dilanjutkan dengan ibadah bersama pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus ini diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika IAKN Kupang.

Apel pagi dipimpin oleh Direktur Pascasarjana IAKN Kupang, Dr. Ezra Tari, M.Th. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengawali setiap pekerjaan dengan rasa syukur atas berbagai capaian yang telah diraih lembaga.

“Saat ini kita patut bersyukur karena beberapa program studi telah berhasil memperoleh akreditasi. Capaian ini adalah hasil kerja keras bersama dan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu akademik maupun tata kelola institusi,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Ezra Tari mengingatkan seluruh pegawai untuk segera memperbaiki dan memperbarui data pada Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) agar seluruh data kepegawaian tersaji secara akurat dan dapat mendukung berbagai kebutuhan administrasi institusi.

Ia juga mendorong dosen untuk menyelesaikan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, produktivitas dosen dalam penelitian dan pengabdian menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Ezra Tari turut mengajak seluruh sivitas akademika untuk terlibat aktif dalam promosi penerimaan mahasiswa baru IAKN Kupang. Menurutnya, keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh pimpinan atau panitia PMB, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar IAKN Kupang.

Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Dr. Daud Saleh Ludji, M.Pd. Dalam khotbah yang diambil dari Yakobus 2:14-26, ia mengingatkan bahwa iman yang sejati tidak berhenti pada pengakuan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Iman dimulai dari sebuah pengakuan dan lahir dari sebuah pengetahuan. Namun iman yang lahir dari pengetahuan harus menghasilkan tindakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa iman yang hidup akan melahirkan ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selain itu, iman juga membutuhkan ketaatan kepada Tuhan sehingga setiap orang percaya mampu menjalankan panggilannya dengan penuh tanggung jawab.

Setelah ibadah, Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh sivitas akademika. Dalam pesannya, Rektor menekankan pentingnya mengimplementasikan iman dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.

“Semakin banyak orang berbicara tentang iman, maka kepadanya dituntut lebih banyak untuk melakukan iman itu. Kita tidak sedang sekadar berkata-kata tentang iman, tetapi kita berada pada posisi untuk melakukannya,” tegas Rektor.

Selain refleksi tentang iman, Rektor juga menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait tata kelola akademik. Ia mengungkapkan bahwa proses penandatanganan ijazah sedang berlangsung dan menargetkan agar pada Wisuda November 2026 tidak ada lagi lulusan yang belum menerima ijazah.

“Kita harus memiliki database yang kuat. Tidak boleh lagi ada wisuda tanpa penyerahan ijazah. Semua proses harus dipersiapkan dengan baik sehingga pada tanggal 28-29 November seluruh wisudawan telah menerima ijazahnya,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa pelaksanaan yudisium harus diawali dengan Surat Keputusan Rektor yang kemudian ditindaklanjuti oleh bagian akademik dan unit terkait, termasuk dalam persiapan atribut wisuda.

Terkait mahasiswa yang belum melakukan registrasi, Rektor meminta fakultas segera melaporkan data mahasiswa tersebut kepada pimpinan. Menurutnya, mahasiswa yang tidak melakukan registrasi perlu diberikan surat cuti dan dilakukan pemanggilan secara bertahap sebelum keputusan Drop Out (DO) ditetapkan.

Pada kesempatan itu, Rektor menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Pendidikan Penyuluh Agama dan Program Studi Musik Gereja yang telah berhasil memperoleh akreditasi. Ia juga meminta seluruh pihak mendukung proses akreditasi Program Studi Pastoral Konseling.

Selain itu, Rektor menegaskan bahwa Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) harus menghasilkan rekomendasi yang jelas dalam setiap tugas yang dilakukan, baik terkait mutu akademik maupun tata kelola keuangan.

Di bidang publikasi, Rektor menginstruksikan seluruh sivitas akademika untuk aktif mempublikasikan berbagai kegiatan dan capaian IAKN Kupang melalui media sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat citra positif institusi.

Penulis: Merling Messakh
Foto: Fredy Duka
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media