Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI)– Kegiatan Revisi dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang resmi ditutup pada Rabu (2/4/2026) di Hotel Sasando, Kupang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan mutu akademik serta penguatan sistem pendidikan berbasis capaian pembelajaran di lingkungan IAKN Kupang.

Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana reflektif dan penuh komitmen untuk tindak lanjut. Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kurikulum tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sistem kelembagaan yang kuat dan terintegrasi.

Dalam arahannya, Rektor menyoroti sejumlah program prioritas strategis yang harus segera diwujudkan. Salah satunya adalah memastikan mutu pelayanan pendidikan yang terintegrasi melalui sistem akademik yang optimal, seperti pemanfaatan SIAKAD dan platform Sevima yang telah berjalan dengan baik.

Selain itu, Rektor juga mendorong peningkatan jumlah dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala serta percepatan menuju Guru Besar sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa IAKN Kupang tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga generasi yang mampu menciptakan ruang kooperatif dalam kehidupan bermasyarakat serta memiliki karakter yang kuat.

Dalam aspek kelembagaan, pengembangan infrastruktur menjadi fokus penting, termasuk pembenahan perpustakaan dan transformasi menuju kampus digital (cyber university). Rektor juga menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa di masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas hingga tingkat regional, nasional, bahkan global. Rektor juga mengingatkan pentingnya transparansi melalui pengelolaan website institusi yang representatif sebagai ruang informasi dan pertanggungjawaban publik.

Di sisi lain, para dekan diminta untuk melakukan pembenahan internal, termasuk mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan karya akademik seperti buku dan artikel ilmiah. “Dosen harus aktif, produktif, dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan. Oleh karena itu, perlu disediakan ruang publikasi yang memadai serta pembinaan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepemimpinan kolektif kolegial, seluruh civitas akademika diajak untuk terus membangun komunikasi yang sehat, saling mendukung, dan memastikan setiap proses berjalan secara adil tanpa adanya pihak yang merasa dirugikan.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si. dan Prof. Imas Maesaroh, Ph.D., turut memberikan penegasan mengenai pentingnya percepatan pencapaian target akademik, termasuk pemenuhan persyaratan jabatan fungsional dosen sesuai regulasi terbaru. Keduanya juga menekankan pentingnya implementasi kurikulum OBE yang terukur, sistematis, dan berorientasi pada kualitas lulusan. Secara khusus, Prof. Imas memberikan penguatan teknis terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sesuai standar, serta pengembangan bahan ajar yang terintegrasi dengan sistem akademik digital.

Menutup kegiatan, Rektor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, narasumber, dan peserta yang telah berkontribusi aktif selama kegiatan berlangsung. “Kiranya kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi benar-benar berdampak dan produktif bagi pengembangan institusi ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Philby Tafuakan, M.Sn
Editor: Merling Messakh
Foto: Fredy Duka
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media