IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan kegiatan Revisi dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, 1–2 April 2026, bertempat di Hotel Sasando, Kupang, dengan melibatkan seluruh dosen sebagai peserta aktif.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya institusi dalam menyelaraskan kurikulum dengan tuntutan pendidikan modern yang menekankan capaian pembelajaran (learning outcomes), sekaligus memperkuat identitas khas IAKN Kupang sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai.
Ketua Panitia Pelaksana, Irony Saefatu, M.Pd., dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respons nyata terhadap dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa pengembangan kurikulum bukan sekadar pembaruan administratif, melainkan proses strategis untuk memastikan kualitas lulusan tetap relevan dan kompetitif.
“Kegiatan ini adalah upaya nyata untuk menjaga dan meningkatkan mutu layanan akademik di IAKN Kupang. Kita ingin memastikan bahwa kurikulum yang dijalankan mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., yang dalam arahannya menghadirkan gagasan visioner melalui konsep “kurikulum cinta”. Ia menekankan bahwa integrasi nilai-nilai kasih harus menjadi roh dalam implementasi kurikulum berbasis OBE.
Menurutnya, kurikulum tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal, tetapi harus hidup dalam praktik keseharian akademik. Proses pembelajaran, interaksi di kelas, hingga budaya kampus perlu dipenuhi dengan nilai dan bahasa cinta sebagai fondasi transformasi ilmu.
“IAKN Kupang harus menginsersikan kurikulum cinta ke dalam kurikulum OBE. Ruang belajar kita harus diisi dengan nilai dan bahasa cinta agar proses transformasi ilmu berjalan dengan harmonis. Kita harus terus berkomitmen penuh untuk membangun IAKN Kupang yang lebih baik,” tegas Rektor.
Untuk memperkuat substansi kegiatan, panitia menghadirkan dua narasumber berkompeten. Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag., M.Si. membedah secara mendalam bagaimana aspek filosofis “kurikulum cinta” dapat diintegrasikan ke dalam struktur OBE yang terukur dan sistematis. Ia juga memberikan wawasan penting terkait pengembangan karier dosen.
Dalam pemaparannya, Prof. Mujib turut mengapresiasi kepemimpinan Rektor IAKN Kupang yang dinilai konsisten mendorong kemajuan sumber daya manusia. Hal ini dibuktikan dengan capaian delapan dosen yang berhasil meraih kenaikan jabatan fungsional Lektor Kepala dalam masa kepemimpinan saat ini.
Sementara itu, Prof. Imas Maesaroh, Ph.D. memberikan penguatan pada aspek paradigma dan implementasi praktis OBE. Ia menekankan pentingnya sistem pengukuran capaian pembelajaran yang akurat dan berkelanjutan sebagai kunci menjaga mutu lulusan.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui pendekatan partisipatif. Para dosen tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik penyusunan dan revisi draf kurikulum program studi masing-masing, sehingga hasil kegiatan dapat langsung diimplementasikan.
Melalui pengembangan kurikulum berbasis OBE yang diperkaya dengan nilai-nilai kemanusiaan, IAKN Kupang optimistis mampu membangun atmosfer akademik yang lebih unggul, inklusif, dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Foto: Fredy Duka
Administrator: Yermi Solukh


