Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) — Dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Merling T.L.L.C. Messakh, M.Pd., melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional melalui keterlibatannya sebagai interpreter dalam International Conference on Christian and Religious Studies yang diselenggarakan secara daring pada 28–30 September 2026.

Konferensi tersebut mengusung tema “Building Theological and Humanistic Perspectives for a Sustainable and Harmonious World” dan menjadi ruang perjumpaan akademisi, peneliti, praktisi, serta peserta dari berbagai latar belakang untuk berbagi pengetahuan dan perspektif dalam bidang keagamaan dan kemanusiaan.

Dalam kegiatan tersebut, Merling T.L.L.C. Messakh dipercaya untuk menjalankan tugas sebagai interpreter bagi salah satu narasumber internasional, Dr. Laura Villanueva, akademisi dan peneliti yang berafiliasi dengan Jena Center for Reconciliation Studies, Friedrich Schiller University Jena, Jerman.

Dalam menjalankan tugasnya, Merling berperan menjembatani komunikasi antara narasumber dan peserta melalui penerjemahan materi yang disampaikan secara langsung. Peran tersebut tidak hanya menuntut kemampuan penguasaan bahasa, tetapi juga kemampuan memahami konteks pembahasan, menangkap substansi gagasan, serta menyampaikannya kembali secara tepat dan komunikatif.

Keterlibatan sebagai interpreter menjadi salah satu bentuk penerapan keahlian dosen dalam pelaksanaan PkM Internasional. Melalui peran tersebut, keahlian di bidang bahasa dan komunikasi digunakan untuk mendukung proses pertukaran pengetahuan serta memperlancar komunikasi akademik lintas bahasa dan latar belakang.
“Menjadi interpreter bukan sekadar menerjemahkan kata dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Ada tanggung jawab untuk memahami gagasan, menangkap konteks, dan menyampaikan kembali pesan agar dapat dipahami dengan baik oleh peserta,” ujar Merling.

Menurutnya, keterlibatan dalam forum akademik internasional merupakan pengalaman yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan kompetensi profesional sebagai dosen. Selain menjalankan tugas penerjemahan, kesempatan tersebut juga menjadi ruang untuk belajar dari berbagai perspektif dan memperluas pengalaman dalam lingkungan akademik global.
“Saya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang menerjemahkan bahasa, tetapi juga tentang menjembatani gagasan dan mempertemukan perspektif dari latar belakang yang berbeda,” tambahnya.

Pelaksanaan PkM Internasional ini menunjukkan bahwa pengabdian dosen dapat dilakukan melalui beragam bentuk keahlian dan kompetensi, termasuk dukungan penerjemahan dan komunikasi dalam forum akademik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya dosen IAKN Kupang untuk memperluas jejaring akademik dan mengambil peran dalam pertukaran pengetahuan pada tingkat internasional.

Melalui keterlibatan dosen dalam forum akademik global, IAKN Kupang terus mendorong penguatan kompetensi sumber daya manusia serta perluasan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran gagasan, dan kerja sama akademik lintas institusi.

Released by: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media