Previous Next

IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali menggelar podcast rutin kampus dengan menghadirkan sesi bertema “Wajah Kasih dalam Moderasi Beragama” pada Jumat, 7 Agustus 2026. Sesi ini menempatkan kasih sebagai fondasi utama praktik moderasi beragama, sebuah pendekatan yang diharapkan menolong sivitas akademika IAKN Kupang memahami moderasi bukan sekadar sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai sikap hidup di tengah masyarakat majemuk.

Podcast menghadirkan Kepala Pusat Moderasi Beragama IAKN Kupang, Kaleb Lelo, M.Pd.K, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Yoel Umbu Runga Riti selaku host.
Sesi ini bertujuan mengeksplorasi nilai kasih sebagai dasar utama dalam praktik moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Tema tersebut sejalan dengan agenda penguatan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri.

Diskusi dibuka dengan pembahasan mengenai empat indikator moderasi beragama yang dirumuskan Kementerian Agama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi. Host menegaskan bahwa keempat indikator tersebut pada dasarnya berfungsi sebagai alat ukur, lalu mengajak narasumber menjelaskan esensi moderasi beragama yang berada di balik alat ukur itu.

Percakapan kemudian bergerak ke inti tema, yaitu alasan kasih dipilih sebagai wajah moderasi beragama, dan bukan sekadar toleransi atau kerukunan. Pembahasan dilanjutkan dengan tinjauan teologis mengenai manusia sebagai gambar Allah, serta implikasinya terhadap sikap moderat, bahwa merendahkan orang yang berbeda keyakinan berarti merendahkan gambar Allah itu sendiri.
Pembahasan berlanjut pada hubungan antara moderasi beragama dan komitmen iman, termasuk penegasan bahwa sikap moderat tidak mengaburkan identitas keagamaan seseorang. Pada bagian ini narasumber juga menjelaskan panggilan orang Kristen sebagai pembawa damai, yaitu bahwa membawa damai bukan berarti menghindari perbedaan, melainkan berani menghadapinya dengan cara yang benar.

Dalam konteks kedaerahan, diskusi menyoroti posisi Nusa Tenggara Timur yang kerap dirujuk sebagai contoh kerukunan nasional. Host mempertanyakan apakah kerukunan di NTT sudah berakar pada kasih atau masih berhenti pada hidup berdampingan tanpa saling mengenal. Pertanyaan berikutnya menggali hambatan paling nyata dalam menumbuhkan sikap moderat, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi ditutup dengan pesan narasumber bagi sivitas akademika IAKN Kupang agar kasih dalam moderasi beragama tidak berhenti sebagai wacana, melainkan sungguh dihidupi di tengah masyarakat majemuk.
Melalui podcast ini, IAKN Kupang berupaya memperluas jangkauan penguatan moderasi beragama melampaui ruang kuliah dan forum formal. Format audio visual yang ringkas dinilai lebih mudah diakses mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, sekaligus terbuka bagi masyarakat luas.
Bagi mahasiswa, materi ini diharapkan menjadi bekal praktis dalam berinteraksi dengan sesama yang berbeda keyakinan, khususnya di ruang kuliah, kegiatan kemahasiswaan, dan pelayanan di tengah masyarakat. Dampak yang diharapkan lebih jauh adalah tumbuhnya budaya kampus yang menempatkan kasih sebagai dasar relasi, sesampai kerukunan tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi mengakar dalam perjumpaan sehari-hari.

Podcast IAKN Kupang merupakan kegiatan rutin kampus yang secara berkala menghadirkan berbagai tema seputar ilmu pengetahuan, iman kekristenan dan kehidupan sosial dengan narasumber dari dalam maupun luar kampus. Sesi “Wajah Kasih dalam Moderasi Beragama” dapat disaksikan melalui youtube IAKN Kupang.

Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media