IAKN Kupang (Kemenag RI) – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang mewisuda 349 lulusan sarjana dan pascasarjana dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-X di GMIT Center, Selasa (29/9/2026). Para lulusan diingatkan bahwa gelar dan ijazah yang mereka raih membawa tanggung jawab untuk berkarya bagi gereja, masyarakat, dan bangsa. Mereka juga diharapkan menjadi penggerak pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wisuda tersebut dihadiri para wisudawan beserta orang tua, tamu undangan, dan sivitas akademika IAKN Kupang. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut hadir dan memberikan sambutan. Kehadiran keluarga dan para undangan menjadikan wisuda ini sebagai momen syukur bersama atas selesainya masa studi para lulusan.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada wisuda kali ini ijazah langsung diserahkan kepada para lulusan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa lulusan IAKN Kupang akan semakin menyala dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Rektor menegaskan bahwa IAKN Kupang tidak sedang menghasilkan pengangguran. Menurutnya, lulusan IAKN Kupang memiliki kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja. Keyakinan itu didasarkan pada proses pendidikan yang telah ditempuh para lulusan selama berada di kampus.
Ia juga mengingatkan bahwa ijazah bukan sekadar selembar kertas. Di dalam ijazah terkandung kompetensi keilmuan sekaligus tanggung jawab untuk berkontribusi. Karena itu, Rektor meminta para lulusan berkarya bagi gereja, masyarakat, dan bangsa. Ia juga mengajak seluruh lulusan untuk terus menyuarakan kebenaran dan menjaga integritas di mana pun mereka berada.
Selain berpesan kepada lulusan, Rektor juga memaparkan arah pengembangan IAKN Kupang ke depan. Ia menegaskan komitmen kampus untuk bebas dari komersialisasi pendidikan. Menurutnya, pendidikan bukan ladang bisnis, sehingga IAKN Kupang harus bebas dari pungutan.
Rektor juga menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif agar pembelajaran di IAKN Kupang tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Ia mendorong IAKN Kupang untuk menjadi kampus berbasis riset. Menurutnya, IAKN Kupang tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari persoalan masyarakat. Kampus harus hadir dan memberi jawaban atas kebutuhan di sekitarnya.
Gubernur Melki Laka Lena dalam sambutannya menyampaikan proficiat kepada IAKN Kupang atas lahirnya lulusan bagi masa depan bangsa dan NTT. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengetahuan bukan milik pribadi. Ilmu harus digunakan untuk melayani masyarakat, membangun keluarga, memperkuat kehidupan bergereja, dan berkontribusi bagi NTT.
Gubernur juga menekankan bahwa kecerdasan harus sejalan dengan iman, integritas, karakter, dan kepedulian terhadap sesama. Ia meminta lulusan tidak cepat puas dengan gelar dan terus belajar. Lulusan IAKN Kupang, katanya, tidak hanya diharapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang. Ia mengibaratkan 349 wisudawan sebagai obor yang akan menerangi NTT dan mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan para lulusan.
Mewakili para wisudawan, Armanjo Kamlasi, S.Pd., lulusan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) dari Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen, menyampaikan bahwa hari wisuda merupakan wujud perjuangan para lulusan selama menempuh studi. Menurutnya, capaian tersebut diraih melalui proses panjang yang tidak selalu mudah.
Ia mengingatkan rekan-rekannya bahwa toga yang dikenakan bukan hanya untuk diri sendiri. Di baliknya ada perjuangan orang tua yang telah mendukung sejak awal hingga para wisudawan dapat menyelesaikan studi. Atas nama seluruh wisudawan, ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua atas doa, pengorbanan, dan dukungan yang telah diberikan.
Wisuda ini menandai berakhirnya satu tahap perjalanan akademik para lulusan sekaligus dimulainya tanggung jawab baru di tengah masyarakat. Dengan ijazah yang telah diterima serta bekal ilmu, iman, dan integritas, para lulusan IAKN Kupang diharapkan siap belajar, berkarya, dan melayani bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.
Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh



