IAKN Kupang (Kemenag RI)– Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-19 pada Senin, 28 September 2026, di Aula GMIT Center, Kupang. Mengusung tema “Bertumbuh dalam Iman, Berkarya dalam Ilmu, Merawat Ciptaan dan Berdampak bagi Masyarakat”, sidang ini menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk meninjau kembali peran kampus bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), mendengar langsung pesan para pendiri, serta meneguhkan arah pengembangan institusi.
Sidang tersebut dihadiri oleh sivitas akademika, para pendiri dan keluarga pendiri, serta tamu undangan.
Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Markus Y. Leunupun, M.Th. Dalam renungannya, ia mengajak sivitas akademika untuk bertumbuh ke bawah, ke samping, dan ke atas. Bertumbuh ke bawah berarti memiliki akar yang kuat di dalam Kristus, sebab semua upaya akan sia-sia apabila tidak berdasar pada Allah. Bertumbuh ke samping diwujudkan dengan mengasihi sesama, alam, dan ciptaan lainnya, sedangkan bertumbuh ke atas berarti membangun relasi dengan Tuhan dalam setiap panggilan yang dijalani.
Seusai ibadah, para pendiri dan keluarga pendiri IAKN Kupang menyampaikan ungkapan isi hati. Satu per satu pendiri dan perwakilan keluarga pendiri membagikan kesan serta pesan bagi perjalanan kampus. Mewakili para pendiri, Pdt. Marthen S. Adu, M.Th. menegaskan tiga hal yang wajib dijaga IAKN Kupang, yaitu prinsip takut akan Tuhan sebagai dasar berdirinya kampus, cinta pada budaya dan tanah NTT, serta kesetiaan melayani gereja dan negara.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan dalam merintis IAKN Kupang, pimpinan kampus juga menyerahkan buket bunga kepada para pendiri dan keluarga pendiri. Penyerahan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan IAKN Kupang hingga usia ke-19 tidak terlepas dari dasar yang telah diletakkan oleh para pendiri.
Pesan para pendiri tersebut kemudian disambut melalui pidato Dies Natalis oleh Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th. Dalam pidatonya, Rektor menekankan pentingnya membangun mental yang inklusif atau terbuka dan growth mentality atau mentalitas bertumbuh. Menurutnya, mentalitas bertumbuh akan menghadirkan daya tahan, memperkuat kapasitas, dan menumbuhkan berbagai hal baik bagi institusi. Rektor juga menguraikan dua aspek yang perlu dikembangkan bersama, yakni capability growth atau pertumbuhan kapabilitas dan identity growth atau pertumbuhan identitas.
Seusai sidang, Rektor menyampaikan bahwa usia ke-19 menjadi saat bagi IAKN Kupang untuk menilai sejauh mana kehadirannya menjawab kebutuhan masyarakat NTT. Ia menyebut, selama 19 tahun IAKN Kupang telah berupaya memberi kontribusi bagi masyarakat, termasuk dalam merawat kerukunan di NTT. Kontribusi tersebut antara lain hadir melalui lulusan yang dibekali pendidikan berpendekatan multikultural, sosial kemasyarakatan, dan keagamaan, yang kemudian berkarya sebagai penyuluh, ASN, pekerja sosial, pemerhati sosial, maupun di bidang lainnya. Rektor menambahkan bahwa IAKN Kupang terus mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi secara bertahap dan menargetkan bertransformasi menjadi universitas dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Dalam sidang tersebut juga dilaksanakan pelantikan Panitia Temu Akbar Alumni IAKN Kupang Tahun 2027. Pelantikan ini menandai dimulainya persiapan temu akbar yang akan mempertemukan para alumni IAKN Kupang dari berbagai angkatan dan bidang pengabdian.
Sidang Senat Terbuka kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Rangkaian acara ditutup dengan pemberian penghargaan untuk berbagai kategori, termasuk kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-19. Melalui peringatan ini, IAKN Kupang meneguhkan tekad untuk terus bertumbuh dalam iman, berkarya dalam ilmu, merawat ciptaan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat NTT.
Penulis: Yoel Umbu Runga Riti
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh



