IAKN Kupang (Kemenag RI) — Semangat merawat bumi diwujudkan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang melalui kegiatan penanaman pohon dan pembagian bibit tanaman di Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-19 IAKN Kupang ini merupakan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap kelestarian lingkungan sekaligus implementasi nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan bermasyarakat.
Mengusung tema “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan: Ekoteologi sebagai Spiritualitas Cinta”, kegiatan tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai aksi penghijauan, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan refleksi iman dalam tindakan konkret untuk menjaga dan merawat ciptaan Tuhan.
Kegiatan penanaman dan pembagian bibit tanaman ini mendapat dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina Nusa Tenggara Timur, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, khususnya dalam penyediaan bibit tanaman.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan, karena bibit yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
Sejumlah jenis tanaman ditanam dalam kegiatan tersebut, di antaranya ketapang kencana, tabebuya, ketapang laut, dan merbau. Jenis-jenis tanaman tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi pohon pelindung sekaligus memperkuat penghijauan di lingkungan Desa Baumata Timur.
Kegiatan ini dihadiri pimpinan IAKN Kupang yang diwakili Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Maryon Daniamaputra Pattinaja, M.Sn., Ph.D., serta Plt. Kepala Biro IAKN Kupang, Deci Snae, S.E. Turut hadir panitia Dies Natalis, para dosen, dan tenaga kependidikan IAKN Kupang.
Kehadiran pimpinan bersama civitas akademika menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kampus tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian dan kepedulian lingkungan.
Ekoteologi dalam Tindakan Nyata
Bagi IAKN Kupang, penanaman pohon memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan penghijauan. Dalam perspektif ekoteologi, manusia dipanggil untuk tidak hanya memanfaatkan alam, tetapi juga merawat dan menjaganya sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap ciptaan.
Karena itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan iman, ilmu pengetahuan, kepedulian ekologis, dan pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor I IAKN Kupang, Maryon Daniamaputra Pattinaja, menyampaikan pesan yang menjadi spirit dalam kegiatan tersebut.
“Satu bibit tanaman yang kita tanam hari ini adalah bahasa cinta untuk generasi masa depan.”
Pesan tersebut menggambarkan bahwa sebuah bibit yang ditanam hari ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kehidupan yang akan datang. Pohon yang tumbuh kelak tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi berikutnya.
Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang berharap tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Baumata Timur. Selain menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan sejuk, penghijauan juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan lingkungan serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah sekitar.
Kolaborasi dengan BPDAS Benain Noelmina NTT, Kementerian Kehutanan RI, juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Perguruan tinggi memiliki ruang untuk menggerakkan pengetahuan dan kesadaran, sementara dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan aksi ekologis yang berkelanjutan.
Kegiatan penanaman dan pembagian bibit ini sekaligus memperkuat peran IAKN Kupang sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga hadir menjawab persoalan sosial dan lingkungan di tengah masyarakat.
Dalam momentum Dies Natalis ke-19, IAKN Kupang ingin menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari merawat kehidupan. Bibit yang ditanam hari ini diharapkan bukan hanya tumbuh menjadi pohon, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga ciptaan merupakan panggilan bersama—dari kampus, pemerintah, hingga masyarakat.
Dari satu bibit, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kehidupan yang lebih berkelanjutan.
Release: Ketua Panitia Dies Natalis
Penulis: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh



