Previous Next

Pelatihan yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) IAKN Kupang tersebut mengusung tema “Rumah Ibadah Inklusif sebagai Wujud Kampus Unggul” dan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur gereja, pemerintah, perguruan tinggi, serta masyarakat di Kabupaten TTS.

Dalam sambutannya, Rektor IAKN Kupang menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi merupakan bagian dari masyarakat. Karena itu, pendidikan yang kita lakukan harus mampu menghasilkan manusia yang terdidik, berkarakter, beradab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” ujar Rektor.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran IAKN Kupang di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab institusi untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting agar pengetahuan dan kompetensi akademik dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Rektor juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan nilai yang menjadi bagian dari identitas IAKN Kupang, yakni Sicut in Caelo et in Terra. Nilai tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi semboyan institusi, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan karya nyata civitas akademika, termasuk dalam pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks pelatihan tata kelola rumah ibadah inklusif, Rektor menilai bahwa gereja dan rumah ibadah memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan sosial yang menghargai keberagaman. Rumah ibadah bukan hanya tempat pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga ruang pembinaan, pendidikan, pelayanan, serta perjumpaan berbagai kelompok dalam masyarakat.

Karena itu, pengelolaan rumah ibadah perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan ruang yang terbuka bagi seluruh warga jemaat. Inklusivitas, lanjutnya, perlu tercermin bukan hanya melalui fasilitas, tetapi juga melalui cara melayani, berkomunikasi, mengambil kebijakan, dan memperlakukan setiap orang secara bermartabat.

“Ketika kita berbicara tentang rumah ibadah yang inklusif, kita sedang berbicara tentang bagaimana setiap orang dapat merasa diterima, dihargai, dan memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi,” jelasnya.

Rektor berharap pelatihan yang dilaksanakan FKIPK IAKN Kupang tidak berhenti sebagai kegiatan akademik dan pengabdian semata, tetapi dapat menghasilkan perubahan dalam praktik pelayanan di lingkungan gereja dan lembaga masing-masing.

Pelatihan tersebut menghadirkan Pdt. Delfiana Poyk-Snae, S.Th., M.Pd.K., Dr. Emy Magdalena, MSW., pekerja sosial Sentra Efata di Kupang, Kementerian Sosial RI, serta Pdt. Ira Desiawanti Mangililo, Ph.D., sebagai narasumber. Materi yang diberikan mencakup perspektif teologis dan kemanusiaan, tata kelola dan aksesibilitas, serta penerapan prinsip inklusivitas dalam pelayanan rumah ibadah.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Christofel Saetban, M.Pd.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FKIPK IAKN Kupang memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat. Peserta juga didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan di lingkungan masing-masing dan menyusun langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan secara konkret.

Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari GMIT Efata Soe sebagai tuan rumah. Kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan antara civitas akademika IAKN Kupang, lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan yang semakin terbuka dan setara.

Melalui kegiatan tersebut, IAKN Kupang terus mendorong penguatan peran perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Released: Panitia
Penulis: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

Silakan Ikuti IAKN Kupang di Social Media