IAKN Kupang (Kemenag RI) – Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, bersama jajaran pimpinan dan dosen turun langsung memungut sampah di Pantai Pasir Panjang Kupang, Rabu (12/8/2026) pagi. Kegiatan bertajuk “Gerakan Ekoteologi: Bersih Pantai” yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kantor Kementerian Agama Kota Kupang dan Kabupaten Kupang itu tidak hanya membersihkan garis pantai yang menjadi ruang publik warga Kota Kupang, tetapi juga ditutup dengan pelepasan burung merpati sebagai penanda kepedulian pada keutuhan ciptaan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dimulai pukul 07.00 WITA. Peserta mengenakan pakaian olahraga dan membawa perlengkapan untuk mengumpulkan sampah di sepanjang bibir pantai.
Pantai Pasir Panjang merupakan salah satu titik rekreasi warga yang paling ramai dikunjungi di Kota Kupang. Tingginya kunjungan berbanding lurus dengan volume sampah yang tertinggal, terutama plastik dan sisa kemasan makanan. Melalui kegiatan ini, kawasan pantai diharapkan kembali bersih dan lebih layak digunakan warga.
Rangkaian kegiatan juga disertai dengan pelepasan burung merpati oleh unsur pimpinan bersama peserta. Pelepasan merpati menjadi bagian dari pesan kegiatan tentang kehidupan yang damai dan tanggung jawab manusia merawat alam.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IAKN Kupang menyampaikan pesan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Beliau mengaitkan kegiatan ini dengan makna kemerdekaan, yaitu mengisi kemerdekaan dengan kerja bersama yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Bagi IAKN Kupang, keterlibatan dalam Gerakan Ekoteologi: Bersih Pantai menjadi bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus wujud kehadiran kampus di tengah persoalan lingkungan yang dihadapi warga. Kehadiran Rektor bersama jajaran pimpinan dan dosen di lokasi memberikan teladan langsung bahwa kepedulian lingkungan bukan sekadar bahan kuliah, melainkan praktik baik yang harus dikerjakan bersama.
Penulis : Yoel Umbu
Editor: Merling Messakh
Administrator: Yermi Solukh

