Tag Archives: “Melalui budaya kita dapat menggeser kepentingan-kepentingan dari oknum tertentu yang dapat merusak kekeluargaan kita”: Ujar WR III Saat Menutup Kegiatan Sosialisasi di Desa O’besi

“Melalui budaya kita dapat menggeser kepentingan-kepentingan dari oknum tertentu yang dapat merusak kekeluargaan kita”: Ujar WR III Saat Menutup Kegiatan Sosialisasi di Desa O’besi

IAKN Kupang (Kemenag) – – – Kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama bagi Tokoh Masyarakat dan Tokoh Beragama yang diselenggarakan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, di Desa O’besi, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, resmi ditutup pada Selasa (19/12/2023). Wakil Rektor III IAKN Kupang, Soleman Baun, M.Pd.K, didampingi oleh Sekretaris Camat Mollo Utara, Bpk. Piter B. Salukhfeto, memimpin acara penutupan yang dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Danramil 1621-03 Mollo Utara Lettu Inf. Marten Tefa, Kepala Desa O’besi Gustaf Willa, para tokoh agama, dan masyarakat setempat.

MC (Merling Messakh, M.Pd) membuka acara dengan sapaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Camat Mollo Utara, Bpk. Piter B. Salukhfeto. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas terpilihnya Desa O’Besi sebagai desa moderasi binaan IAKN Kupang dan berhasilnya kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama 2 hari.

Wakil Rektor III, Soleman Baun, M.Pd.K, kemudian memberikan sambutan dan menutup secara resmi kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menjelaskan bahwa konsep moderasi beragama muncul seiring dengan program yang dicanangkan oleh Menteri Agama RI periode 2014-2019, Dr. K.H. Lukman Hakim Saifuddin, dan diteruskan oleh Menteri Agama selanjutnya, K.H. Yaqut Cholil Qoumas (2020 – sekarang).

“Harapannya moderasi beragama ini benar-benar terus digaungkan oleh seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Baik PNS maupun non-PNS terkait moderasi beragama harus terus digaungkan. Ini adalah sarana untuk mewujudkan program pemerintah melalui Kementerian Agama baik di tingkat pusat maupun daerah,” tegas Wakil Rektor III.

Salah satu aspek yang diangkat dalam program ini adalah pelestarian budaya. “Hanya melalui budaya kita dapat menggeser kepentingan dari oknum tertentu,” tambahnya. Wakil Rektor III juga menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan baik pemerintah setempat dan masyarakat, serta berharap kerjasama ini terus berlanjut dengan baik ke depan.

Setelah penutupan oleh Wakil Rektor III, Pdt. Feny Besi memimpin doa penutup sebagai simbol akhir dari rangkaian kegiatan.

“Sungguh enak sambal teri,
Bila dimakan bersama jagung,
Sampai jumpa masyarakat O’besi,
Di momen selanjutnya bersama IAKN Kupang”

Tutup MC dalam bentuk pantun.***

Penulis: Merling Messakh
Administrator: Melki Saekoko